BERITA TERKINI
SOYJOY Nutrition Award 2026 Himpun 213 Inovasi Program Gizi dari 96 Kota

SOYJOY Nutrition Award 2026 Himpun 213 Inovasi Program Gizi dari 96 Kota

SOYJOY Nutrition Award (SNA) 2026 mencatat partisipasi 213 program gizi dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang apresiasi tahunan bagi ahli gizi yang digagas PT Amerta Indah Otsuka melalui SOYJOY ini ditujukan untuk mendorong lahirnya inovasi dan solusi kesehatan masyarakat, sejalan dengan target Indonesia Emas 2045.

SNA 2026 yang memasuki tahun keempat digelar di Le Méridien Hotel Jakarta pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini dihadiri hampir 500 peserta dan mengusung tema Nutrition for Healthier Future. Penyelenggara menyebut ajang tersebut menjangkau 96 kota di Indonesia serta menghimpun ratusan program yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan kualitas gizi masyarakat.

Di tengah tantangan gizi yang masih dihadapi Indonesia, peran ahli gizi dinilai semakin penting. UNICEF dan WHO mencatat Indonesia masih menghadapi triple burden of malnutrition, yakni kondisi ketika kekurangan gizi, kelebihan berat badan, dan defisiensi mikronutrien terjadi secara bersamaan dalam populasi.

Dalam konteks peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, para ahli gizi berkontribusi melalui program di komunitas, fasilitas kesehatan, institusi pendidikan, hingga lingkungan kerja. Upaya tersebut antara lain diarahkan pada pencegahan stunting, perbaikan status gizi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Head of Brand Communication SOYJOY, Finsa Giovani, mengatakan ahli gizi berada di garis depan perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat. “Program ini penting karena para ahli gizi berada di garis depan perubahan perilaku dan perbaikan kesehatan masyarakat. Melalui SOYJOY Nutrition Award, kami ingin memberikan apresiasi sekaligus dukungan agar program-program gizi yang sudah terbukti bermanfaat dapat dikenal lebih luas, dikembangkan lebih jauh, dan menjadi inspirasi bagi Indonesia yang lebih sehat,” ujar Finsa.

Dari 213 program yang diterima, hampir separuh berfokus pada penanganan stunting. Program lainnya mengangkat isu wasting, wellness, edukasi gizi keluarga, serta berbagai intervensi berbasis komunitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

Dewan juri SNA 2026 sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., Dietisien, MPH, menilai ajang ini menjadi ruang bagi ahli gizi untuk berbagi praktik baik dan mengembangkan inovasi. “Saya merasa bangga dapat menjadi bagian dalam SOYJOY Nutrition Award 2026 yang menghadirkan berbagai inovasi gizi dari para ahli gizi di seluruh Indonesia. Terpilihnya finalis dan pemenang telah melalui proses seleksi yang ketat, dan kami melihat bagaimana setiap peserta menghadirkan program yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berpotensi memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Setelah melalui proses penjurian, SNA 2026 memberikan penghargaan kepada tiga program yang dinilai unggul dalam aspek inovasi, dampak, dan inspirasi. Kategori Best Innovation Award diraih Wiranto, S.Gz., Dietisien melalui program NUTRITOOLS: Transformasi Digital Pembelajaran dan Praktik Gizi di Indonesia dari PT Perangkat Gizi Indonesia, Yogyakarta.

Penghargaan Best Impact Award diberikan kepada Dhi Ajeng Kusuma Wicitra, SGz, RD dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta melalui program FEEDCYCLE: Inovasi Reuse Feeding Buret Berkelanjutan, yang disebut meningkatkan efisiensi biaya rumah sakit sekaligus mengurangi limbah medis.

Sementara itu, Most Inspiring Award diraih Ihsan Abdul Aziz, S.Gz. melalui program PANGAN LESTARI, yang mengusung pendekatan ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung upaya penurunan stunting.

Wiranto menyebut penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi ahli gizi untuk terus berinovasi. “Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada SOYJOY dengan diadakannya SOYJOY Nutrition Award 2026. Tahun kemarin saya menjadi suporter yang duduk di antara audiens dan hari ini saya berhasil meraih penghargaan atas program yang telah saya buat bersama tim. Ini membuktikan bahwa setiap ahli gizi mempunyai kesempatan yang sama untuk membangun dan berdampak bagi masyarakat dan bagi Indonesia,” ujarnya.

Dengan semakin banyaknya program gizi yang terdokumentasi dan dibagikan, penyelenggara berharap SNA dapat menjadi katalis lahirnya inovasi baru untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.