BERITA TERKINI
SNA 2026 Apresiasi Inovasi Ahli Gizi di Tengah Tantangan Triple Burden Malnutrition

SNA 2026 Apresiasi Inovasi Ahli Gizi di Tengah Tantangan Triple Burden Malnutrition

Peran ahli gizi dinilai kian krusial di tengah tantangan gizi yang masih dihadapi Indonesia. Laporan UNICEF dan WHO menyebut Indonesia masih bergulat dengan triple burden of malnutrition, yakni kekurangan gizi, kelebihan berat badan, dan defisiensi mikronutrien.

Merespons kondisi tersebut, PT Amerta Indah Otsuka menyatakan komitmennya untuk mendorong kontribusi ahli gizi melalui program-program gizi yang inovatif, berdampak, dan inspiratif. Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan SOYJOY Nutrition Award (SNA) 2026, sebuah program apresiasi tahunan bagi ahli gizi Indonesia.

“Program ini penting karena para ahli gizi berada di garis depan perubahan perilaku dan perbaikan kesehatan masyarakat,” kata Finsa Giovani, Head of Brand Communication SOYJOY, dalam keterangan pers, Senin (22/6) di Jakarta. Ia menambahkan, ahli gizi berperan dalam mendukung pencegahan stunting, perbaikan status gizi masyarakat, serta peningkatan kualitas hidup.

Pada tahun ini, SNA memasuki penyelenggaraan keempat dengan menghimpun 213 program gizi dari berbagai wilayah di Indonesia. Program tersebut mengusung semangat “Nutrition for Healthier Future.”

Dari total program yang masuk, hampir separuh berfokus pada penanganan stunting. Sementara itu, program lainnya menyoroti isu wasting, wellness, edukasi gizi keluarga, serta beragam intervensi berbasis komunitas yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Temuan ini menggambarkan peran ahli gizi yang tidak hanya sebatas edukasi, tetapi juga sebagai penggerak solusi kesehatan yang relevan dengan tantangan di lapangan.

Setelah melalui proses penjurian, SNA 2026 memberikan penghargaan kepada tiga profesional gizi yang dinilai menonjol dari aspek dampak, inovasi, dan nilai inspiratif. Wiranto, S.Gz., dari Perangkat Gizi Indonesia (Nutritools) Yogyakarta, meraih Best Innovation Award lewat program “NUTRITOOLS: Transformasi Digital Pembelajaran dan Praktik Gizi di Indonesia.”

Penghargaan Best Impact Award diberikan kepada Dhi Ajeng Kusuma Wicitra, SGz., dari RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta, melalui program “FEEDCYCLE: Inovasi Reuse Feeding Buret Berkelanjutan: Meningkatkan Efisiensi Biaya Rumah Sakit dan Mengurangi Limbah Medis.”

Sementara itu, Most Inspiring Award diraih Ihsan Abdul Aziz, S.Gz., dari Asosiasi Nutrisionis Indonesia Provinsi DKI Jakarta Puskesmas Duren Sawit, berkat program “PANGAN LESTARI: Pendekatan Circular Economy dalam Pengelolaan Food Waste Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Melalui Inovasi Pangan Lestari untuk Mendukung Penurunan Stunting.”

Menurut penyelenggara, para pemenang menerapkan beragam pendekatan inovatif untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat, mulai dari edukasi berbasis komunitas, intervensi gizi yang terukur, hingga program yang mendorong perubahan perilaku dan kualitas hidup di wilayah masing-masing.

Melalui SNA 2026, SOYJOY menyatakan akan terus mendukung ahli gizi Indonesia sebagai penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih sehat. “Dengan semakin banyaknya program gizi yang terdokumentasi, dibagikan, dan dikembangkan, SOYJOY berharap SNA dapat menjadi gerakan positif yang mendorong lahirnya lebih banyak inovasi gizi untuk masa depan Indonesia yang lebih sehat,” ujar Finsa Giovani.