Sekolah Dasar Chu Van An di Vietnam meraih penghargaan “Nutrisi Sehat” dalam rangkaian program AIA Healthiest Schools (AHS), sebuah inisiatif yang diprakarsai AIA Group untuk mendorong siswa usia 5 hingga 16 tahun menerapkan gaya hidup sehat dalam tindakan sehari-hari.
Penghargaan tersebut diberikan berkat proyek “Makanan Bahagia” (Happy Meal) yang dijalankan sekolah. Program ini menargetkan pembentukan kebiasaan makan sehat melalui pendidikan gizi, pengembangan kebun sayur organik sebagai model pembelajaran, serta kegiatan memasak langsung.
Penyelenggara menyebut, setelah berjalan beberapa waktu, proyek itu menunjukkan dampak signifikan terhadap perbaikan gizi siswa. Persentase siswa yang mencapai berat badan sehat meningkat, sekaligus membantu memulihkan kepercayaan orang tua terhadap makanan yang disediakan sekolah.
Keberhasilan Sekolah Dasar Chu Van An menjadi bagian dari capaian AHS musim ini. Diluncurkan pada 2022, AHS disebut terus memperluas jangkauan di kawasan dan kini hadir di 10 pasar Asia-Pasifik. Program ini bermitra dengan sekolah dan komunitas untuk mengintegrasikan kesehatan dan kesejahteraan ke dalam kehidupan sekolah melalui empat pilar, yakni Nutrisi Sehat, Gaya Hidup Aktif, Kesehatan Mental, serta Kesehatan dan Pembangunan Berkelanjutan.
Pihak penyelenggara menyatakan musim 2025–2026 mencatat jumlah peserta tertinggi sepanjang sejarah program, yang dinilai mencerminkan dampak luas AHS dan meningkatnya komitmen pendidik serta siswa dalam mempromosikan inisiatif kesehatan masyarakat.
Stuart A. Spencer, Wakil Direktur Jenderal Pemasaran AIA Group sekaligus ketua panel juri, mengatakan AIA Healthiest Schools merupakan salah satu program pendidikan kesehatan sekolah terkemuka di Asia. Menurutnya, program ini membantu siswa menjaga kesehatan secara proaktif dengan mengubah pengetahuan menjadi tindakan.
Ia juga menyoroti gizi buruk dan meningkatnya stres psikologis sebagai faktor yang memengaruhi kalangan muda. Spencer menambahkan, studi menunjukkan intervensi dini dapat menciptakan perubahan positif dan berkelanjutan. Melalui program ini, anak-anak tidak hanya membangun kebiasaan hidup sehat, tetapi juga mengasah keterampilan seperti berpikir kreatif, pemecahan masalah, dan kerja tim, dengan tujuan mendorong perubahan perilaku jangka panjang.
Selain penghargaan Nutrisi Sehat, sejumlah sekolah lain juga menerima pengakuan dalam kategori berbeda. Kejuaraan regional diberikan kepada SMP Kapten Fatubaa (Indonesia) melalui “Proyek Daur Ulang Huka” yang memanfaatkan kulit pisang untuk menghasilkan es krim, kompos, dan pupuk cair. Inisiatif tersebut menggabungkan pembelajaran sains dengan kewirausahaan dan tanggung jawab komunitas, serta disebut telah memberi manfaat kepada lebih dari 1.000 orang, mendukung petani lokal, dan mendorong kerja sama lintas batas.
Penghargaan Kesehatan dan Pembangunan Berkelanjutan diberikan kepada SMA Angchum (Kamboja) atas kampanye pengurangan sampah plastik yang diprakarsai siswa bersama masyarakat. Penghargaan Kesehatan Mental diraih Sekolah Dasar Eksperimental Shanhu Puhui (China) melalui proyek “Taman Ekologi Emosi” yang berfokus pada pengenalan emosi dan keterampilan penyelesaian konflik. Sementara itu, Penghargaan Gaya Hidup Aktif diberikan kepada Sekolah Dasar Negeri Manir (Malaysia) lewat program “Sihat Aktif Manirian” yang memanfaatkan teknologi digital untuk melacak kemajuan dan menetapkan tujuan kebiasaan sehat.
Penyelenggara juga menyampaikan bahwa musim 2026–2027 akan diperluas ke dua pasar tambahan. Perluasan ini ditujukan untuk memperluas dampak program kepada lebih banyak siswa dan komunitas di Asia Pasifik.

