BERITA TERKINI
Rote Ndao Dorong Kebun Pekarangan ‘Kintal Gizi’ untuk Perkuat Pangan Sehat dan Pengasuhan Keluarga

Rote Ndao Dorong Kebun Pekarangan ‘Kintal Gizi’ untuk Perkuat Pangan Sehat dan Pengasuhan Keluarga

Prevalensi stunting di Kabupaten Rote Ndao tercatat sebesar 32,4 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Sementara itu, angka stunting di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 37 persen. Data tersebut menegaskan perlunya upaya perbaikan sumber pangan sehat yang berjalan seiring dengan penguatan pengasuhan dan perubahan perilaku keluarga.

Berangkat dari kebutuhan itu, Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI), afiliasi SurfAid International, bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyelenggarakan Festival Keluarga Malole. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyatakan tema festival dinilai selaras dengan tantangan yang dihadapi daerah, terutama terkait stunting, kesehatan keluarga, dan kualitas pengasuhan anak.

Dalam kegiatan tersebut, stunting dipaparkan bukan semata persoalan kurangnya asupan gizi, melainkan juga berkaitan dengan pola pengasuhan, kesehatan ibu dan anak, serta perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Sejumlah penelitian juga disebut menunjukkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan berkontribusi terhadap kesehatan, perkembangan, dan kesejahteraan anak.

Namun, temuan Focus Group Discussions (FGD) dengan 73 ayah di enam desa dampingan ARUNGI pada Februari 2026 menunjukkan mayoritas ayah tidak aktif terlibat dalam aktivitas pengasuhan. Hampir seluruh peserta FGD juga menyampaikan bahwa mereka tidak pernah menyiapkan makanan untuk anak.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menekankan pencegahan stunting tidak hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga pola asuh, keterlibatan orang tua, kesehatan ibu, serta lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, ia menilai keterlibatan ayah dan ibu secara bersama-sama menjadi faktor penting dalam pengasuhan.

Salah satu pendekatan yang diperkuat melalui festival ini adalah integrasi kelas pengasuhan dan kintal gizi. Kintal gizi merupakan sebutan lokal untuk kebun gizi di pekarangan rumah. Program ini diharapkan menjadi sumber pangan keluarga yang menyediakan bahan makanan bergizi, sekaligus mendukung kebutuhan rumah tangga melalui kegiatan kelas memasak.

Saat ini, model kintal gizi yang dikembangkan bersama masyarakat telah diterapkan di enam desa dan menjangkau sekitar 118 keluarga di Kabupaten Rote Ndao. Melalui kombinasi kelas pengasuhan dan kintal gizi, masyarakat memperoleh pengetahuan sekaligus akses terhadap sumber pangan sehat, dengan pendekatan yang menghubungkan pengasuhan, perubahan perilaku, dan akses pangan bergizi.

ARUNGI menargetkan dari keluarga yang sudah menerapkan kintal gizi, sebanyak 50 persen dapat meningkatkan jumlah tanaman bergizi tinggi, serta meningkatkan jumlah rumah tangga baru yang menerapkan kintal gizi sebesar 20 persen.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyampaikan komitmen untuk mengalokasikan anggaran tahun 2027 guna mereplikasi 1.200 kintal gizi di seluruh wilayah kabupaten dengan mengadopsi model yang dikembangkan bersama ARUNGI. Pemerintah daerah menilai pendekatan tersebut tidak hanya memperluas akses terhadap sumber pangan bergizi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku keluarga menuju kehidupan yang lebih sehat dan mandiri.