Lodeh timun pedas gurih menjadi salah satu pilihan menu rumahan yang praktis dan ekonomis. Dengan bahan yang mudah ditemukan, hidangan berkuah santan ini dapat menjadi variasi masakan harian yang tetap lezat dan menyegarkan.
Pembuatan lodeh timun dimulai dengan menyiapkan empat buah tahu putih dan empat buah mentimun segar. Tahu dipotong-potong lalu digoreng hingga sedikit kecokelatan, kemudian ditiriskan. Sementara itu, mentimun dikupas selang-seling sebelum dipotong bulat tebal agar teksturnya tetap terjaga saat dimasak.
Bumbu halus disiapkan dengan mengulek bawang putih, bawang merah, kencur, cabai rawit hijau, cabai rawit merah, terasi, dan garam hingga agak halus. Bumbu kemudian ditumis dengan sedikit minyak bersama lengkuas yang digeprek, daun salam, dan bubuk kunyit hingga harum.
Setelah bumbu matang, air dimasukkan ke dalam wajan, disusul potongan timun, tahu goreng, kaldu jamur, merica, gula pasir, santan, serta cabai rawit utuh. Seluruh bahan diaduk hingga merata, lalu dimasak sekitar lima menit agar bumbu meresap.
Data publikasi gizi nasional yang dirilis melalui Kompas Health mencatat, dalam setiap 100 gram sayur lodeh standar rata-rata terkandung 240 kilokalori, protein 9,08 gram, karbohidrat 30,65 gram, dan lemak 12,45 gram.
Terkait kandungan gizi lodeh, Dosen Departemen Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam rilis Humas UGM menyebut kombinasi berbagai isian sayur dalam kuah lodeh menyumbang zat aktif yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Sementara itu, studi literatur ilmiah yang dipublikasikan dalam Jurnal Kedokteran dan Kesehatan menyatakan mentimun berpotensi menurunkan tekanan darah tinggi. Efek tersebut dikaitkan dengan kandungan air yang tinggi dan sifat diuretik alami yang membantu pembuangan kelebihan natrium melalui urine.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat juga menyatakan mentimun kaya antioksidan seperti flavonoid dan tanin yang berperan menangkal radikal bebas serta membantu mencegah kerusakan sel. Adapun lembaga layanan kesehatan Halodoc mengingatkan agar sayur lodeh tidak dipanaskan berulang-ulang karena dapat mengubah asam lemak baik menjadi lemak jenuh.
Setelah matang, lodeh timun pedas gurih dapat disajikan selagi hangat, termasuk sebagai pendamping nasi putih.