BERITA TERKINI
Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Saat Ramadan 2026, Dinilai Penting untuk Edukasi Nutrisi Anak

Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Saat Ramadan 2026, Dinilai Penting untuk Edukasi Nutrisi Anak

JAKARTA — Rencana keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 2026 memunculkan polemik di masyarakat. Sebagian publik menilai pelaksanaannya di bulan puasa tidak efektif dan kurang relevan dengan jam kegiatan belajar mengajar.

Namun, dalam perspektif kesehatan masyarakat, perdebatan itu kerap berangkat dari anggapan bahwa MBG semata-mata program sekolah yang bergantung pada kalender akademik. Padahal, intervensi gizi dinilai tidak bersifat musiman dan tidak berhenti pada situasi tertentu, termasuk selama Ramadan.

Keberlanjutan distribusi MBG dipandang mencerminkan peran program tersebut sebagai upaya negara dalam menjaga pemenuhan gizi harian kelompok penerima manfaat, terlepas dari konteks waktu dan pola aktivitas.

Pandangan itu sejalan dengan penilaian dr Muhammad Fajri Adda’i, dokter medis sekaligus edukator kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menurut dia, kehadiran MBG selama Ramadan tidak semata-mata tentang pemberian makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi nutrisi yang penting, terutama untuk membantu anak memahami pilihan makanan yang tepat saat berpuasa.

“Penting untuk menjaga stabilitas energi, konsentrasi belajar, daya tahan, dan sistem tubuh kita berjalan dengan baik. Jadi kita butuh nutrisi yang penting untuk menjaga kemampuan berpikir, kemampuan fisik beraktivitas supaya tidak lemas, tidak gampang terkena gula darah rendah (hipoglikemia), serta tidak kekurangan cairan di sekolah, juga mendukung aktivitas sehari-hari selama sepanjang bulan puasa,” ujar Fajri, Jumat (16/1/2026).