Kampanye gizi “4 Sehat 5 Sempurna” kini telah digantikan oleh pedoman “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan RI. Poster “Isi Piringku” digunakan sebagai acuan visual untuk membantu masyarakat menerapkan gizi seimbang dalam setiap waktu makan, dengan pendekatan yang menekankan pembagian porsi di dalam satu piring.
Dalam konsep “Isi Piringku”, satu piring makan dibagi menjadi dua bagian besar. Setengah piring dianjurkan berisi sayur dan buah. Sementara setengah lainnya diisi makanan pokok sebagai sumber karbohidrat serta lauk-pauk sebagai sumber protein hewani maupun nabati. Panduan ini ditujukan untuk membantu mencegah masalah gizi ganda, yakni kekurangan gizi dan obesitas.
Selain pengaturan porsi, pemenuhan mikronutrien juga disebut penting. Pada kondisi tertentu—misalnya ketika pola hidup membuat pemenuhan komposisi gizi ideal dari makanan sehari-hari sulit dilakukan—suplemen dapat dipertimbangkan sebagai pelengkap. Sejumlah suplemen yang disebut dapat mendukung pemenuhan nutrisi harian antara lain multivitamin dan mineral, vitamin C dan vitamin B kompleks, serta suplemen zat besi yang dikombinasikan dengan vitamin pendukung penyerapan.
Beberapa contoh suplemen yang disebut dalam materi tersebut adalah Blackmores Multivitamins + Minerals yang mengandung vitamin A, B kompleks, C, D3, E dan mineral seperti zinc, magnesium, serta zat besi; Enervon-C dengan kandungan vitamin C 500 mg dan vitamin B kompleks; serta Sangobion yang memuat zat besi (ferrous gluconate), vitamin C, asam folat, vitamin B12, sorbitol, dan copper sulfate. Dosis yang tercantum masing-masing adalah satu tablet atau kapsul per hari setelah makan atau sesuai anjuran dokter.
Poster “Isi Piringku” juga menekankan kebiasaan pendukung di luar makanan. Di antaranya anjuran minum air putih minimal delapan gelas per hari, membiasakan cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah makan, serta melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari.
Untuk penerapan sehari-hari, beberapa langkah yang disarankan meliputi variasi warna sayur dan buah agar asupan vitamin dan antioksidan lebih beragam, memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang dengan kulit, jagung, atau ubi jalar, serta membatasi gula, garam, dan lemak. Dalam panduan yang disebut, batas konsumsi harian adalah gula maksimal empat sendok makan, garam satu sendok teh, dan lemak atau minyak lima sendok makan. Cara memasak juga disorot, dengan pilihan seperti merebus, mengukus, memanggang, atau menumis dengan sedikit minyak dibanding menggoreng rendam.
Konsultasi dokter dianjurkan bagi orang dengan kondisi medis tertentu—seperti diabetes, hipertensi, atau obesitas—yang memerlukan penyesuaian kalori dan makronutrien di luar panduan umum. Dalam situasi ini, rancangan diet yang lebih personal dinilai penting untuk memastikan kebutuhan gizi dan keamanan terpenuhi.
Materi tersebut juga mencantumkan ringkasan perbedaan “Isi Piringku” dengan “4 Sehat 5 Sempurna”. Jika “4 Sehat 5 Sempurna” menekankan jenis makanan, “Isi Piringku” menitikberatkan pada proporsi dalam satu piring. Disebut pula bahwa susu diposisikan sebagai salah satu sumber protein, bukan “penyempurna” mutlak.
Di bagian lain, disebutkan adanya studi yang diterbitkan dalam Journal of Public Health and Clinical Nutrition pada 2026 yang melaporkan peningkatan status mikronutrien pada masyarakat yang mengadopsi model “Isi Piringku” secara ketat. Studi selama 12 bulan itu juga menyebut penurunan risiko sindrom metabolik hingga 28% pada kelompok dewasa dibanding kelompok yang mengabaikan proporsi piring makan, dengan rasio 50% sayur-buah dan 50% karbohidrat-protein disebut sebagai komposisi yang optimal untuk kestabilan gula darah dan manajemen berat badan.

