SEMARANG — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, PT PLN Indonesia Power UBP Semarang bekerja sama dengan IZI Jawa Tengah menggelar Program Pembinaan Remaja dan Edukasi Masyarakat di Balai Posyandu RW 15, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pembinaan remaja, edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, serta penguatan pemenuhan gizi bagi kelompok rentan. Program tersebut menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan pemahaman menjaga kesehatan sejak usia remaja.
Dalam pembinaan itu, sebanyak 68 peserta tingkat SMP hingga SMA mengikuti sesi edukasi yang menghadirkan dua narasumber. dr. Novitasari menyampaikan materi kesehatan reproduksi remaja, sementara Ratih Dhamayanti, AMG memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang serta pencegahan anemia sebagai bekal membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Sebagai tindak lanjut, Puskesmas Bandarharjo membuka layanan pemeriksaan Hemoglobin (Hb) gratis bagi 35 remaja putri di RW 15 Tanjung Mas. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi dini risiko anemia, sehingga peserta dapat segera melakukan langkah pencegahan melalui penerapan pola makan bergizi, konsumsi tablet tambah darah, serta kebiasaan hidup sehat.
Selain pembinaan remaja, kegiatan juga diisi penyerahan bantuan program pemenuhan gizi bagi warga yang membutuhkan. Bantuan diberikan kepada dua ibu hamil yang mengalami anemia selama empat bulan berupa paket bandeng, susu, dan kornet. Bantuan pemenuhan gizi juga disalurkan kepada lima balita kategori wasting selama tiga bulan, serta 15 balita lainnya berupa paket susu dan telur, sebagai upaya memperbaiki status gizi sekaligus mencegah stunting di wilayah RW 15 Tanjung Mas.
Assistant Manager Keamanan dan Humas PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Retno Wulandari, menyatakan program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui pendekatan preventif yang dimulai sejak usia remaja hingga masa kehamilan.
“Kami ingin membantu menurunkan angka stunting yang masih cukup tinggi di RW 15 Tanjung Mas melalui langkah-langkah preventif. Edukasi kepada remaja dan ibu hamil menjadi bagian penting agar pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan dapat berjalan optimal, sehingga masyarakat semakin sehat dan angka stunting dapat terus ditekan,” ujarnya.
Manajer Pelayanan Puskesmas Bandarharjo, dr. Novitasari, mengapresiasi kolaborasi PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, IZI Jawa Tengah, dan pemerintah setempat. Ia menjelaskan, layanan yang diberikan puskesmas meliputi pemeriksaan berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala balita, pemeriksaan Hb bagi remaja putri, pemberian tablet tambah darah, serta edukasi kesehatan reproduksi dan gizi remaja.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini mampu menurunkan angka stunting di Semarang Utara,” katanya.
Sementara itu, Camat Semarang Utara Siwi Wahyuningsih berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut karena dinilai memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap angka stunting di Semarang Utara, khususnya di Tanjung Mas, dapat terus menurun bahkan mencapai nol. Program pencegahan stunting yang dilaksanakan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” tuturnya.

