PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan melaksanakan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan baduta di Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat. Program ini ditujukan untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting dan penanganan kasus kurang gizi melalui pemberian makanan bergizi selama 90 hari berturut-turut.
Kegiatan bakti sosial yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Margasari tersebut disebut menjadi bagian dari sinergi Pertamina dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sejak usia dini. Selain penyaluran makanan tambahan, program juga disertai edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi pada masa pertumbuhan anak.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan pangan, tetapi juga membangun pemahaman keluarga mengenai pola makan sehat bagi anak. “Program ini bukan hanya tentang memberikan makanan tambahan, tetapi juga membangun pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar upaya menurunkan angka kurang gizi dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang berkelanjutan,” kata Dodi pada Selasa, 7 Juli 2026.
Dodi menjelaskan, pelaksanaan PMT di Kelurahan Margasari merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya dijalankan di Kelurahan Baru Ilir, Margasari, dan Baru Ulu. Sebelum program dimulai, Pertamina bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan menggelar rapat koordinasi untuk memastikan pelaksanaan Program Genting berjalan sesuai sasaran.
Pada tahap ini, sebanyak 10 balita dan baduta menerima makanan tambahan siap konsumsi yang didistribusikan setiap hari selama 90 hari. “Bantuan yang diberikan berupa makanan tambahan siap jadi kepada 10 anak selama 90 hari berturut-turut di Kelurahan Margasari,” ujar Dodi. Ia menambahkan, bantuan tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus menjadi sarana edukasi bagi keluarga dalam menerapkan pola pemberian makan yang sesuai dengan kebutuhan balita. “Ini juga menjadi sarana edukasi bagi orang tua mengenai pola pemberian makan sesuai kebutuhan gizi balita,” katanya.
Kepala Bidang Ketahanan Keluarga DP3AKB Kota Balikpapan, Luluk Kumala Kafbiyah, menyampaikan penanganan stunting masih menjadi perhatian di Kota Balikpapan dan memerlukan dukungan berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi, tetapi juga pendampingan orang tua agar asupan tersebut benar-benar dikonsumsi secara optimal oleh anak. “Stunting di Kota Balikpapan tergolong tinggi. Pertamina sudah memberikan dukungan pemberian makanan. Hal yang lebih penting setiap harinya adalah memastikan makanan untuk anak kita yang menjadi sasaran. Kita perlu mendampingi agar anak mendapatkan pertumbuhan dengan baik. Kita pastikan cukup jumlahnya dan optimal serapannya,” ujarnya.
Menu makanan tambahan yang disalurkan disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang, mencakup karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral untuk mendukung tumbuh kembang anak. Proses penyediaan hingga distribusi makanan juga melibatkan kelompok ibu-ibu di Kelurahan Margasari.
Perwakilan Kecamatan Balikpapan Barat, Eka Asmi Oktaviani, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan yang dinilai konsisten mendukung program penurunan stunting melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pertamina RU V Balikpapan atas kepedulian dan kontribusinya dalam penurunan stunting di wilayah Balikpapan Barat. Hal ini menjadi penyemangat agar orang tua semakin memperhatikan tumbuh kembang anaknya,” katanya.
Sementara itu, salah seorang orang tua penerima manfaat, Agustiyani, menyampaikan harapannya agar program tersebut berdampak pada pertumbuhan anak. “Terima kasih Pertamina RU V atas bantuan PMT yang diberikan. Semoga PMT ini dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak saya,” ujarnya.

