Upaya menyiapkan Generasi Emas 2045 terus diperkuat melalui edukasi gizi kepada masyarakat. Hal itu dibahas dalam podcast Ekspansi yang disiarkan Radio Pradya Suara FM Tuban pada Senin (26/1) dengan tema “Wujudkan Generasi Emas 2045 dengan Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”.
Ketua DPC Persagi Kabupaten Tuban, Suswati, menjelaskan bahwa gizi seimbang tidak sekadar makan hingga kenyang. Menurutnya, gizi seimbang adalah susunan makanan harian yang mengandung seluruh zat gizi sesuai jenis dan jumlah kebutuhan tubuh dengan memperhatikan empat pilar utama.
“Gizi seimbang itu adalah susunan makanan kita sehari-hari yang mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan, dengan memperhatikan empat pilar,” kata Suswati.
Ia merinci empat pilar tersebut, yakni keanekaragaman pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik, serta pemantauan berat badan secara rutin. Penerapan gizi seimbang, lanjut Suswati, bertujuan menjaga berat badan ideal sekaligus mencegah masalah kesehatan akibat gizi.
Suswati juga menekankan penerapan konsep Isi Piringku sebagai panduan praktis untuk sekali makan. Ia menyebut komposisi makan perlu disesuaikan dengan usia dan fase kehidupan. Pada anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan, porsi protein dinilai perlu lebih besar.
“Kebutuhan protein, terutama protein hewani, lebih tinggi pada anak karena berperan penting dalam pertumbuhan dan pencegahan stunting,” ujarnya.
Sementara itu, JF Adminkes pada Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Tuban, July Setianingrum, menyampaikan bahwa kebutuhan gizi setiap individu berbeda. Menurutnya, faktor usia, jenis kelamin, dan aktivitas harian memengaruhi jumlah serta komposisi makanan yang diperlukan.
“Seimbang itu sesuai kebutuhan masing-masing individu, jadi tidak sama antara satu orang dengan yang lain,” kata July.
Ia menjelaskan, konsep Isi Piringku dapat diterapkan pada semua kelompok usia, namun takaran berat makanan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Dengan komposisi yang sama, porsi dalam gram dapat berbeda antara anak-anak, remaja, dan orang dewasa.
July juga menyoroti pentingnya pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi gizi keluarga. Pangan lokal dipahami sebagai bahan makanan yang tersedia di daerah masing-masing, seperti ikan laut, ikan tawar, dan hasil pertanian di Kabupaten Tuban. Pemanfaatan pangan lokal dinilai lebih mudah diakses sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Dalam momentum peringatan Hari Gizi Nasional ke-66, Persagi Kabupaten Tuban mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dan literasi gizi. Persagi menegaskan bahwa pengetahuan gizi bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan perlu dipahami seluruh keluarga. Kesadaran gizi sejak dini, pemanfaatan pangan lokal, serta pembiasaan pola hidup sehat diharapkan dapat melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

