BERITA TERKINI
Persagi Peringati HGN ke-66 dengan Edukasi Gizi Serentak untuk Pemecahan Rekor MURI

Persagi Peringati HGN ke-66 dengan Edukasi Gizi Serentak untuk Pemecahan Rekor MURI

WONOSARI—Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) menggelar kegiatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 Tahun 2026 dengan tema “Gizi Seimbang bagi Anak Sekolah” melalui pemecahan rekor MURI Edukasi Gizi Serentak, Rabu (21/1/2026).

Ketua DPD Persagi Gunungkidul, Arinto Hadi, M.Gizi, menyebut peringatan HGN tahun ini menjadi momen penting seiring dimulainya Program Makan Bergizi Gratis bagi anak sekolah. Menurutnya, program tersebut dinilai sebagai langkah nyata negara untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Arinto menjelaskan, persoalan gizi di Indonesia mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Ia mengingatkan, sebelumnya dikenal empat masalah gizi utama, yakni Kurang Energi Kronis (KEK), kurang vitamin A, anemia gizi besi, dan gangguan akibat kekurangan yodium. Namun saat ini, kata dia, masalah yang paling mendesak dan harus segera ditangani adalah stunting.

Ia menambahkan, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Arinto mengutip pernyataan mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati yang menyebut stunting dapat menimbulkan “loss generation” atau hilangnya potensi satu generasi.

“Jika stunting tidak ditangani dengan serius, maka bangsa ini berisiko mengalami kemunduran, baik dari sisi kualitas SDM maupun pertumbuhan ekonomi,” ujar Arinto.

Arinto juga mencontohkan Jepang sebagai negara yang berhasil menurunkan angka stunting melalui intervensi jangka panjang, salah satunya dengan penerapan pemberian makan bergizi di sekolah secara berkelanjutan. Ia menyebut Jepang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menurunkan stunting hingga 14 persen.

Menurut Arinto, edukasi gizi yang dilakukan dalam rangka HGN ini bertujuan membentuk kebiasaan makan sehat serta mendorong perubahan gaya hidup siswa sejak dini.

Di Kabupaten Gunungkidul, edukasi gizi dilaksanakan di lima sekolah, yakni SMA Negeri 1 Wonosari, SMA Negeri 2 Wonosari, SMK Negeri 2 Wonosari, SMP Negeri 1 Ponjong, dan SMP Negeri 1 Karangmojo. Arinto menyampaikan kegiatan ini melibatkan 125 edukator gizi secara nasional, dilaksanakan di 1.836 titik, dengan jumlah edukator antara 5.508 hingga 9.180 orang.

“Selamat memperingati Hari Gizi Nasional ke-66 Tahun 2026. Semoga upaya bersama ini membawa manfaat nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia,” kata Arinto.

Sementara itu, Wakasek Humas SMA Negeri 2 Wonosari, Danang Kunarso, S.Pd, menyampaikan pihaknya bersyukur sekolahnya menjadi salah satu peserta dalam kegiatan pemecahan rekor MURI tersebut. Ia berharap wawasan yang diperoleh siswa dapat dibagikan kepada siswa lain sehingga manfaatnya lebih luas.