Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar edukasi gizi serentak di 73 sekolah se-DIY dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 yang diperingati setiap 25 Januari.
Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat literasi gizi di kalangan pelajar. Materi edukasi mencakup pemaparan tentang gizi seimbang, diskusi interaktif, serta pemberian contoh pangan lokal bergizi agar mudah diterapkan dalam keseharian siswa.
Ketua Umum Persagi DIY Joko Susilo mengatakan edukasi gizi dilakukan secara nasional untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelajar, mengenai pentingnya pola makan sehat dan seimbang sejak usia dini. “Kegiatan ini sangat sinkron dengan program pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis [MBG],” ujar Joko saat kegiatan edukasi gizi di SMPN 1 Bantul, Rabu (21/1/2026).
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan dapat meniru pola makan bergizi sekaligus perlahan meninggalkan kebiasaan jajan yang dinilai kurang sehat.
Sementara itu, Wakil Ketua III DPD Persagi DIY Ida Widaningsih, S.Si.T, RD, yang ditemui di SMAN 1 Wonosari, menyampaikan bahwa “Edukasi Gizi Serentak di Sekolah” dicatatkan ke Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai edukasi gizi serentak di sekolah terbanyak. Ia berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat berlanjut. “Diharapkan kegiatan edukasi ini tidak hanya berhenti di sini. Tapi kegiatan ini bisa berkelanjutan. Silahkan berkoordinasi dengan DPC untuk kegiatan edukasi berikutnya,” katanya.
Adapun tema HGN ke-66 Tahun 2026 adalah “Gizi optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045“.
Selain edukasi gizi di sekolah, rangkaian peringatan HGN66 juga diisi kegiatan lain di perguruan tinggi gizi dan instansi kesehatan, seperti edukasi gizi kepada masyarakat, webinar atau seminar gizi, serta perayaan HGN lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sepanjang Januari hingga Februari 2026.

