Tren di media sosial kerap berubah cepat dan melahirkan istilah-istilah baru yang populer di kalangan generasi muda, termasuk Gen Alpha. Salah satu yang belakangan ramai dibicarakan adalah “mewing”, teknik yang diklaim dapat membantu membentuk struktur wajah, terutama di area rahang.
Meski banyak diikuti, mewing tidak lepas dari perdebatan. Sebelum mencobanya, penting memahami definisi, cara melakukan, manfaat yang sering disebut, serta potensi risikonya.
Apa itu mewing?
Mewing adalah teknik penempatan lidah di langit-langit mulut. Teknik ini dinamai dari Mike dan John Mew, ortodontis asal Inggris, dan dikaitkan dengan praktik yang disebut “ortotropik”. Konsep dasarnya adalah menjaga lidah menempel pada langit-langit mulut, bibir tertutup, dan gigi bersentuhan ringan. Pengikutnya meyakini kebiasaan ini, jika dilakukan konsisten, dapat memperbaiki postur wajah, mempertegas garis rahang, hingga meningkatkan fungsi pernapasan.
Manfaat yang diklaim dari mewing
Sejumlah manfaat sering dikaitkan dengan teknik ini. Pertama, mewing disebut dapat membantu mempertegas garis rahang karena posisi lidah memberi tekanan alami pada area rahang. Kedua, teknik ini dikaitkan dengan perbaikan postur wajah, misalnya membantu menjaga posisi kepala lebih tegak.
Selain aspek estetika, mewing juga kerap dihubungkan dengan pernapasan. Teknik ini mendorong kebiasaan bernapas lewat hidung, yang disebut dapat meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan. Ada pula klaim bahwa posisi lidah yang benar dapat membantu membuka saluran udara lebih optimal sehingga mengurangi risiko sleep apnea dan kebiasaan mendengkur.
Pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, mewing juga disebut dapat mendukung perkembangan rahang agar lebih optimal dalam jangka panjang.
Apakah mewing berbahaya?
Di balik klaim manfaatnya, mewing juga memiliki potensi risiko, terutama bila dilakukan tidak tepat. Beberapa orang melaporkan rasa sakit atau ketegangan pada rahang dan wajah, yang dapat terjadi akibat penempatan lidah yang keliru.
Mewing yang dilakukan berlebihan atau tanpa bimbingan profesional juga dikhawatirkan memicu masalah yang lebih serius, termasuk gangguan pada persendian rahang. Dalam artikel ini disebutkan sebagian profesional medis menyatakan belum ada bukti yang cukup bahwa mewing efektif mengubah struktur wajah. Jika dilakukan tidak tepat, teknik ini juga dapat menimbulkan ketegangan pada sendi temporomandibular (TMJ).
Cara mewing yang benar
Beberapa panduan umum yang sering disebut dalam praktik mewing antara lain:
1) Posisikan lidah di langit-langit mulut: seluruh bagian lidah, termasuk bagian belakang, menempel di langit-langit mulut tanpa menyentuh gigi depan.
2) Tutup bibir dengan rapat: bibir tetap tertutup tanpa tegang untuk membantu kebiasaan bernapas lewat hidung.
3) Jaga posisi gigi: gigi atas dan bawah bersentuhan ringan tanpa tekanan berlebih agar tidak memicu masalah pada sendi rahang.
4) Latihan pernapasan lewat hidung: pernapasan mulut disebut dapat menghambat hasil yang diinginkan.
5) Konsisten: hasil tidak instan dan memerlukan kesabaran, termasuk pada orang dewasa.
6) Konsultasi dengan ahli: jika muncul ketidaknyamanan atau masalah rahang, disarankan berkonsultasi dengan dokter gigi atau ortodontis.
Catatan kehati-hatian
Mewing menjadi salah satu fenomena yang menonjol di tengah tren viral Gen Alpha. Namun, efektivitasnya masih dipertanyakan dan manfaat jangka panjangnya disebut belum terbukti secara ilmiah. Karena itu, kehati-hatian diperlukan, terutama untuk menghindari dampak pada kesehatan rahang dan sendi.

