Menteri Agama Nasaruddin Umar bertolak ke Mesir untuk menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam dua agenda strategis. Salah satunya membahas kemungkinan kerja sama pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia.
Selain itu, Nasaruddin dijadwalkan menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional tentang ekoteologi yang digelar di Universitas Al-Azhar, Kairo.
“Akan menindaklanjuti petunjuk Bapak Presiden terkait kemungkinan bekerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral beberapa negara Muslim,” ujar Nasaruddin sebelum keberangkatan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, akhir pekan kemarin.
Menurut Nasaruddin, pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia dapat menjadi solusi bagi mahasiswa Asia Tenggara yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh dan menghadapi berbagai tantangan regional untuk menempuh studi di Mesir.
“Sudah waktunya Al-Azhar itu dibantu dengan membuka cabang di Indonesia, sehingga anak-anak Asia Tenggara tidak perlu ke Mesir. Cukup ke Indonesia, sementara dosen-dosen Al-Azhar dan fasilitas pembelajarannya disiapkan di sini,” katanya.

