Menteri Agama (Menag) melakukan kunjungan ke Mesir atas mandat Presiden RI untuk membahas sejumlah agenda, termasuk penguatan kerja sama pendidikan dengan Universitas Al-Azhar serta peluang pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia.
Dalam pembahasan kerja sama pendidikan, skema yang akan didiskusikan mencakup kemungkinan program dual degree, joint faculty, hingga model pendidikan langsung dengan pengajar dari Universitas Al-Azhar.
Selain agenda pendidikan, Menag juga memenuhi undangan resmi Universitas Al-Azhar untuk menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional bertema ekoteologi. Kehadiran Menag dalam forum tersebut disebut sebagai mandat Presiden RI untuk menyampaikan pandangan Indonesia mengenai pendekatan keagamaan dalam pelestarian lingkungan.
“Atas izin Bapak Presiden, ada undangan yang sangat terhormat yang diberikan kepada kita sebagai keynote speech di dalam seminar internasional tentang ekoteologi,” ujar Menag.
Menag menambahkan, perhatian dunia terhadap konsep ekoteologi Indonesia terus menguat. Menurut dia, isu ini sebelumnya juga mengemuka dalam forum lintas agama di Vatikan dan mendapat respons positif dari para pemimpin keagamaan internasional.
“Dianggap paling representatif untuk bicara ekoteologi saat ini adalah Indonesia,” kata Menag.
Menag berharap kunjungan ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam global sekaligus memperluas jangkauan diplomasi pendidikan dan keagamaan Indonesia di tingkat internasional.

