MALANG—Memasuki usia 40-an, kebutuhan tubuh terhadap makanan mulai berubah. Metabolisme cenderung melambat, berat badan lebih mudah naik, dan risiko penyakit kronis seperti hipertensi maupun diabetes dapat meningkat tanpa disadari. Karena itu, pola makan disebut perlu diatur lebih cermat, tanpa harus mengorbankan kenikmatan.
Ahli gizi klinis Dian, yang biasa menangani pasien usia 40 tahun ke atas di salah satu rumah sakit di wilayah Malang Raya, mengatakan makan enak tetap memungkinkan selama komposisi, porsi, dan waktu makan diperhatikan.
“Bukan berarti harus makan rebus-rebusan terus. Tapi penting banget buat mulai memilah: mana yang bikin kenyang, mana yang bikin sehat,” ujarnya.
Dian menekankan, makanan sehat tidak harus mahal atau berbahan impor. Dengan bahan lokal, menu harian tetap bisa disusun agar lebih ramah bagi metabolisme tubuh. Salah satu contoh yang ia berikan adalah menu pagi yang menekankan asupan serat dan protein.
Menu sarapan yang disarankan terdiri dari nasi merah setengah porsi, telur dadar sayur (bayam dan wortel), pepaya potong, serta teh hijau tanpa gula. Menurut Dian, serat dari nasi merah dapat membantu mencegah sembelit dan mengontrol gula darah. Sementara itu, pepaya disebut kaya antioksidan dan dinilai baik untuk mendukung sistem imun.