Pengalaman kuliner kerap menjadi bagian penting saat berkunjung ke luar negeri, termasuk mencicipi hidangan yang memiliki cerita panjang. Di Inggris, salah satu hidangan penutup sederhana disebut pernah menjadi favorit mendiang Ratu Elizabeth II—dan konsepnya dinilai mirip dengan tren makanan kekinian yang ramai di media sosial.
Hidangan tersebut diungkapkan oleh Darren McGrady, mantan koki pribadi Kerajaan Inggris yang bekerja selama bertahun-tahun untuk keluarga kerajaan. Melansir Antara, Senin (4/5/2026), McGrady mengatakan dessert favorit sang ratu memiliki kemiripan dengan tren yogurt Yunani dan biskuit yang belakangan populer di TikTok dan Instagram.
Menurut McGrady, versi yang ia buat sudah disajikan sejak puluhan tahun lalu, jauh sebelum tren serupa dikenal luas. Secara umum, dessert ini mengombinasikan yogurt Yunani dengan biskuit yang disusun berlapis dan didiamkan hingga teksturnya menjadi lembut.
Jika versi modern kerap memakai biskuit Biscoff, McGrady menyebut ia dahulu menggunakan biskuit jahe khas Inggris, McVitie’s Ginger Nuts. Bahan yang digunakan terbilang sederhana: yogurt Yunani tawar, krim kental, gula, serta biskuit jahe. Dalam beberapa variasi, ditambahkan sedikit wiski untuk memperkaya rasa. “Wiski dan jahe sangat cocok bersama,” kata McGrady.
Proses pembuatannya dimulai dengan mencampur yogurt, krim, dan gula hingga merata, lalu menuangkannya ke dalam wadah sebagai lapisan dasar. Setelah itu, biskuit dicelupkan ke dalam air panas—dengan tambahan wiski jika diinginkan—kemudian disusun berlapis bersama krim hingga membentuk struktur menyerupai kue.
Dessert tersebut selanjutnya disimpan di lemari es selama beberapa jam, atau idealnya semalaman, agar biskuit melunak dan menyatu dengan krim. Sebelum disajikan, bagian atasnya biasanya diberi taburan remahan biskuit untuk menambah tekstur.
McGrady menilai salah satu kunci kelezatan hidangan ini terletak pada keseimbangan rasa antara krim yang lembut dan yogurt yang sedikit asam. Ia juga menyebut dessert ini cocok dinikmati saat cuaca hangat karena memberi sensasi segar. Meski sederhana, hidangan tersebut disebut kerap hadir di meja kerajaan, sekaligus menunjukkan bahwa menu favorit keluarga kerajaan tidak selalu rumit, melainkan bisa berasal dari kombinasi bahan yang sederhana dengan teknik pengolahan yang tepat.

