Solo — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam program KKN Internasional Mangunsari Goes Abroad 2026 memberikan sosialisasi kebiasaan hidup sehat kepada anak-anak diaspora Indonesia di Malaysia. Edukasi dilakukan melalui materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta konsep gizi seimbang “Isi Piringku” di Sanggar Bimbingan (SB) Banting.
Kegiatan tersebut disebut menjadi bagian dari komitmen UMS dalam memperluas pengabdian masyarakat hingga tingkat internasional. Melalui pendekatan yang interaktif dan ramah anak, mahasiswa mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini kepada anak-anak pekerja migran Indonesia yang mengikuti kegiatan belajar di sanggar tersebut.
Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat UMS, Naswa Labibah, menyampaikan materi PHBS dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami peserta. Ia mengajak anak-anak memahami kebiasaan sehat yang dapat diterapkan sehari-hari, seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan diri, membuang sampah pada tempatnya, hingga mengonsumsi makanan bergizi.
“PHBS bukan hal yang rumit. Justru kebiasaan-kebiasaan sederhana itulah yang paling menentukan kesehatan kita sehari-hari. Kalau dibiasakan sejak kecil, akan jadi bagian dari gaya hidup yang terbawa sampai dewasa,” ujar Naswa, Selasa.
Selanjutnya, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi UMS, Hanifah Herawati, memperkenalkan konsep “Isi Piringku” sebagai panduan pola makan bergizi seimbang. Dalam sesi ini, anak-anak diajak mengenali komposisi ideal makanan dalam satu piring, yang terdiri atas makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan sesuai kebutuhan tubuh.
Hanifah menekankan bahwa pola makan sehat tidak selalu identik dengan biaya mahal. Menurut dia, yang terpenting adalah kemampuan memilih dan mengombinasikan bahan pangan yang tersedia agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi secara seimbang.
Sepanjang kegiatan, peserta tampak antusias. Anak-anak tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif menjawab pertanyaan, menyebutkan contoh makanan bergizi, bernyanyi bersama mengenai enam langkah mencuci tangan, hingga mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar. Suasana belajar yang menyenangkan dinilai membantu peserta lebih mudah memahami dan mengingat pesan kesehatan yang disampaikan.
Pengelola Sanggar Bimbingan Banting, Antoni, mengapresiasi kehadiran mahasiswa UMS yang dinilai memberikan manfaat bagi anak-anak diaspora Indonesia. “Semoga lewat edukasi ini, anak-anak makin paham arti hidup bersih dan sehat, dan mulai terbiasa mengisi piring mereka dengan makanan yang bergizi. Itu investasi terbaik untuk masa depan mereka,” ujarnya.

