Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam program KKN Internasional Mangunsari Goes Abroad 2026 menggelar sosialisasi kebiasaan hidup sehat untuk anak-anak diaspora Indonesia di Malaysia. Kegiatan ini dilakukan melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pengenalan konsep gizi seimbang “Isi Piringku” di Sanggar Bimbingan (SB) Banting.
Program tersebut disebut menjadi bagian dari komitmen UMS dalam memperluas pengabdian kepada masyarakat hingga tingkat internasional. Dengan pendekatan interaktif dan ramah anak, mahasiswa mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini kepada anak-anak pekerja migran Indonesia yang belajar di Sanggar Bimbingan Banting.
Materi PHBS disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat UMS, Naswa Labibah, menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami peserta. Ia mengajak anak-anak menerapkan kebiasaan sehat dalam keseharian, seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan diri, membuang sampah pada tempatnya, serta mengonsumsi makanan bergizi.
“PHBS bukan hal yang rumit. Justru kebiasaan-kebiasaan sederhana itulah yang paling menentukan kesehatan kita sehari-hari. Kalau dibiasakan sejak kecil, akan jadi bagian dari gaya hidup yang terbawa sampai dewasa,” ujar Naswa, Selasa (16/6/2026).
Selain PHBS, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi UMS, Hanifah Herawati, memperkenalkan konsep Isi Piringku sebagai panduan pola makan bergizi seimbang. Dalam sesi ini, anak-anak diajak mengenali komposisi ideal makanan dalam satu piring yang mencakup makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan sesuai kebutuhan tubuh.
Hanifah menekankan bahwa pola makan sehat tidak selalu identik dengan biaya mahal. Menurutnya, hal terpenting adalah kemampuan memilih dan mengombinasikan bahan pangan yang tersedia agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi secara seimbang.
Sepanjang kegiatan, peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian edukasi. Anak-anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif menjawab pertanyaan, menyebutkan contoh makanan bergizi, bernyanyi bersama mengenai enam langkah mencuci tangan, serta mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar. Suasana belajar yang dibuat menyenangkan dinilai membantu pesan kesehatan lebih mudah dipahami dan diingat.
Pengelola Sanggar Bimbingan Banting, Antoni, mengapresiasi kehadiran mahasiswa UMS yang dinilai memberi manfaat bagi anak-anak diaspora Indonesia. “Semoga lewat edukasi ini, anak-anak makin paham arti hidup bersih dan sehat, dan mulai terbiasa mengisi piring mereka dengan makanan yang bergizi. Itu investasi terbaik untuk masa depan mereka,” ujarnya.

