BERITA TERKINI
Mahasiswa KKN Internasional Unhas Gelar Program “Aku Tumbuh Sehat” untuk Literasi Gizi Anak di Kuala Lumpur

Mahasiswa KKN Internasional Unhas Gelar Program “Aku Tumbuh Sehat” untuk Literasi Gizi Anak di Kuala Lumpur

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Internasional Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program bertajuk “Aku Tumbuh Sehat” di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Januari 2026. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan literasi gizi sekaligus memantau status gizi anak usia sekolah melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

Sasaran program adalah siswa kelas 5 dan 6 yang berada pada fase pra-remaja. Kelompok usia ini dinilai berada dalam periode penting pertumbuhan dan perkembangan, sehingga memerlukan pemahaman tentang pola makan sehat serta pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.

Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 merupakan lembaga pendidikan non-formal yang berdiri pada 11 November 2019 di Lorong Sungai Mulia 5, Gombak, Kuala Lumpur. Sanggar ini didirikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur di bawah Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) untuk memberikan akses pendidikan dasar bagi anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak memiliki dokumen resmi (undocumented). Kondisi tersebut membuat mereka tidak diperbolehkan bersekolah di sekolah formal di Malaysia maupun di SIKL. Saat ini, sanggar memiliki sekitar 170 siswa yang tersebar dalam delapan kelas, dengan guru dan pengelola dari komunitas WNI di Kuala Lumpur.

Program “Aku Tumbuh Sehat” dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman anak-anak mengenai konsep gizi seimbang dan pentingnya pola makan sehat dalam mendukung pertumbuhan, kesehatan, serta kemampuan belajar. Di sisi lain, pemantauan status gizi secara rutin disebut belum sepenuhnya terlaksana, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif agar siswa dapat mengenali kondisi kesehatannya sejak dini.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi gizi dasar, mencakup pengenalan zat gizi makro, fungsi masing-masing zat gizi bagi tubuh, konsep gizi seimbang, serta penerapan panduan “Isi Piringku” dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta.

Untuk meningkatkan keterlibatan siswa, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan praktik penyusunan “Isi Piringku”. Pada sesi ini, peserta diminta menggambarkan dan menyusun komposisi makanan sesuai proporsi yang dianjurkan. Setelah itu, dilakukan quiz games secara berkelompok sebagai evaluasi pemahaman. Diskusi dan tanya jawab selama sesi edukasi menunjukkan peserta mulai memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang serta mengenali kebiasaan makan yang perlu dipertahankan maupun diperbaiki.

Selain edukasi, mahasiswa juga melakukan pemantauan kesehatan melalui pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan mengukur tinggi dan berat badan seluruh peserta. Hasil pengukuran dituangkan dalam Kartu Tumbuh Sehat Anak yang memuat identitas siswa, hasil pengukuran antropometri, kategori status gizi, serta rekomendasi pola makan dan perilaku hidup sehat sesuai kondisi masing-masing peserta. Kartu ini dirancang dalam tiga kategori warna—hijau, kuning, dan merah—untuk memudahkan siswa memahami hasil pemeriksaan dan menjadi pengingat dalam menerapkan gaya hidup sehat sehari-hari.

Program tersebut dilaksanakan oleh tim KKN Tematik Internasional Malaysia Gelombang 115 Unhas yang terdiri atas Azzahra Aurelya Shodan Razak (Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran), Andi Tenri Batara Pilla Ma’mur (Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran), Nursuci Ramadhani (Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Gina Amalia (Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Siti Nurhalizah Zaenal (Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat), dan St. Sarra Gismadiny (Agribisnis, Fakultas Pertanian). Kolaborasi lintas disiplin disebut menjadi kekuatan dalam merancang dan menjalankan program yang memadukan aspek kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan.

Melalui program “Aku Tumbuh Sehat”, mahasiswa KKN Unhas berharap dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemantauan pertumbuhan anak. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia di luar negeri melalui pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan aplikatif.