BERITA TERKINI
Mahasiswa FK Unnes KKN di Sumberejo Blora, Jalankan Program Gizi dan Pencegahan Stunting

Mahasiswa FK Unnes KKN di Sumberejo Blora, Jalankan Program Gizi dan Pencegahan Stunting

Sembilan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 di Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Selama kurang lebih 45 hari, mereka akan mendampingi warga melalui kegiatan yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat.

Tim KKN ini terdiri dari mahasiswa lintas disiplin, yakni Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Gizi. Memasuki hari kedua pelaksanaan, Senin (15/6/2026), para mahasiswa mulai melakukan koordinasi sebagai langkah awal pelaksanaan program di lapangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penerjunan resmi di Kantor Kecamatan Randublatung. Setelah itu, mahasiswa bersilaturahmi dengan Kepala Desa Sumberejo dan melanjutkan koordinasi bersama perangkat desa di balai desa setempat.

Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades) Sumberejo, Faza, menyampaikan bahwa tim telah memetakan sejumlah persoalan kesehatan dasar yang akan menjadi fokus pengabdian selama berada di desa.

Salah satu program yang disiapkan adalah Kader Lestari Keluarga Sadar Gizi, berupa edukasi kepada keluarga agar lebih memahami pentingnya pola makan sehat dan pemenuhan gizi seimbang di lingkungan rumah tangga.

Selain itu, mahasiswa menggagas Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini dirancang melalui edukasi gizi disertai demonstrasi penyajian makanan sehat dan bergizi bagi masyarakat.

Aspek pencegahan penyakit berbasis lingkungan juga masuk dalam agenda melalui Gerakan Bebas Jentik Nyamuk. Program ini meliputi pemantauan jentik serta kampanye gerakan 3M secara berkala untuk mengurangi risiko demam berdarah.

Di sektor kesehatan anak, tim menyiapkan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dan TAMAN BASKARA. Program tersebut menyasar edukasi kesehatan mental anak, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemantauan tumbuh kembang anak usia dini, hingga pemanfaatan tanaman obat keluarga berbasis potensi lokal.

“Program-program ini diharapkan dapat berjalan sukses, lancar, serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi kualitas kesehatan masyarakat Desa Sumberejo,” kata Faza.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa berharap kehadiran mereka tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi warga Desa Sumberejo, khususnya di bidang kesehatan.