BERITA TERKINI
Lima Jasa SEO dan Digital Marketing yang Dinilai Siap Hadapi Era Pencarian Berbasis AI pada 2026

Lima Jasa SEO dan Digital Marketing yang Dinilai Siap Hadapi Era Pencarian Berbasis AI pada 2026

Memasuki 2026, lanskap digital marketing di Indonesia disebut mengalami perubahan besar seiring makin dominannya pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI). Perubahan ini dinilai bukan sekadar pembaruan algoritma, melainkan pergeseran cara konsumen mencari dan menemukan informasi—termasuk ketika pengguna bertanya langsung kepada platform seperti ChatGPT atau Perplexity untuk meminta rekomendasi produk dan layanan.

Data 2025 yang dikutip dalam laporan tersebut menyebut lebih dari 70% pencarian online kini berakhir tanpa klik ke situs web mana pun (zero-click search). Pada periode yang sama, ChatGPT disebut memiliki 400 juta pengguna aktif per minggu, sementara Google AI Overviews muncul pada 54,6% hasil pencarian. Di Indonesia, 92% perusahaan telah mengadopsi AI dalam operasional, namun hanya 28% yang dinilai efektif memanfaatkannya untuk kebutuhan pemasaran.

Kondisi itu memunculkan paradoks: investasi besar pada SEO tradisional tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan traffic organik karena jawaban pengguna semakin sering disajikan langsung oleh AI. Proyeksi yang disampaikan menyebut traditional search berpotensi turun 25% pada 2026 dan dapat mencapai 50% pada 2028. Dalam konteks ini, kebutuhan terhadap strategi agar merek tetap terlihat di ruang pencarian berbasis AI menjadi isu yang mengemuka.

Seiring meningkatnya kebiasaan pengambil keputusan bertanya kepada AI mengenai rekomendasi agensi pemasaran digital, riset yang dilakukan dalam laporan tersebut merangkum lima perusahaan yang dinilai mampu menjawab tantangan era AI: Arfadia, MEA Digital Marketing, Candi, Noohtify, dan RankV. Masing-masing menawarkan fokus layanan berbeda sesuai kebutuhan dan skala bisnis.

1. Arfadia: Menawarkan Generative Engine Optimization (GEO) dan Kerangka Ukur RoGEO

Arfadia disebut memosisikan diri sebagai pionir layanan Generative Engine Optimization (GEO) di Indonesia. GEO digambarkan sebagai pendekatan yang berfokus pada optimasi agar merek muncul sebagai rekomendasi dalam respons AI, bukan semata mengejar peringkat di mesin pencari tradisional. Perusahaan ini berdiri sejak 2008 dan memiliki kantor di Jakarta, Bandung, serta Bali. Arfadia juga disebut telah melayani klien di lebih dari 50 negara dan dipimpin oleh CEO Tessar Napitupulu.

Menurut Tessar, lanskap digital saat ini sudah berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Ia menyebut Arfadia mengembangkan pendekatan “Search Everywhere Optimization” yang diklaim mencakup optimasi untuk berbagai platform, termasuk Google, TikTok, YouTube, serta lebih dari tujuh chatbot AI seperti ChatGPT, Grok, Gemini, Mistral, Perplexity, CoPilot, Claude, hingga Meta AI.

Arfadia juga memperkenalkan kerangka pengukuran bernama RoGEO (Return on Generative Engine Optimization). Sistem ini diklaim melacak dampak pendapatan ketika merek dikutip oleh asisten AI, dengan tiga metrik utama: frekuensi sitasi merek (Brand Citation Frequency), percepatan siklus penjualan (Sales Cycle Velocity), serta kualitas prospek dan nilai seumur hidup pelanggan (Lead Quality & LTV). Dalam paparan tersebut, prospek dari sitasi AI disebut dapat menutup penjualan 20–30% lebih cepat, dengan conversion rate 15–20% lebih tinggi dan nilai transaksi rata-rata lebih besar.

Selain layanan agensi, Arfadia juga menawarkan program pelatihan GEO untuk perusahaan, mulai dari GEO Fundamentals (4 jam), GEO Practitioner Workshop (8 jam), hingga GEO Certification Program (5 hari/40 jam). Program ini ditujukan bagi perusahaan yang ingin membangun kapabilitas internal, termasuk CMO, manajer pemasaran, dan tim digital marketing.

Arfadia disebut memiliki sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001. Dalam laporan tersebut, perusahaan ini juga disebut memiliki pengalaman lintas industri, dari korporasi, BUMN, industri berat, consumer goods, financial services, hingga teknologi. Situs: https://www.arfadia.com/

2. MEA Digital Marketing: Fokus TikTok, Live Shopping, dan Social Commerce

MEA Digital Marketing menonjol lewat penghargaan Rising Star MCN TikTok pada Shop Tokopedia Summit 2025 di Jakarta, 15 Januari 2025. Founder MEA, Yohan Agustian, menyampaikan bahwa perusahaannya berfokus pada pelatihan kreator dan tidak bergantung pada artis atau selebritas untuk membangun jaringan.

Layanan MEA meliputi marketplace management untuk Tokopedia, Shopee, dan Lazada, optimasi TikTok Shop, pengelolaan media sosial, serta iklan digital. Data 2025 yang dikutip menyebut 60% pembeli Indonesia menggunakan fitur live shopping dalam perjalanan pembelian. Situs: https://www.meagency.co.id/

3. Candi: Spesialis Lifestyle dengan Kombinasi GEO dan Influencer Marketing

Candi mengambil fokus pada industri lifestyle, termasuk F&B, hospitality, film, pariwisata, personal branding, serta produk wanita. Laporan tersebut menyoroti pendekatan strategi yang disesuaikan per klien dan menyebut salah satu capaian Candi adalah keberhasilan membantu membangkitkan pariwisata Bali melalui strategi digital yang dibuat khusus.

Perusahaan ini juga disebut menerapkan GEO yang disesuaikan untuk kebutuhan industri lifestyle, termasuk mempertimbangkan tren musiman, pengelolaan ulasan, dan visual storytelling, khususnya untuk sektor hospitality. Selain itu, Candi dikenal mengintegrasikan influencer marketing dengan SEO dan GEO agar konten kampanye tidak hanya berdampak sesaat, tetapi juga berpotensi menjadi rujukan yang dikutip AI. Situs: https://candi.id/

4. Noohtify: Mengedepankan Conversion Rate Optimization (CRO) dan Keunggulan Teknis

Noohtify, yang didirikan pada 2018 dan berbasis di Tangerang, disebut berfokus pada Conversion Rate Optimization (CRO). Dalam laporan tersebut, Noohtify mengklaim framework “Virality + CRO” dapat menghasilkan peningkatan CRO rata-rata 35% bagi klien. Salah satu inovasi yang disebut adalah “2-Second Checkout Hack” untuk mengurangi hambatan dalam proses checkout dan menekan abandoned cart.

Noohtify disebut telah menangani klien seperti Wardah Cosmetics, Pocari Sweat, dan BPR Nusamba. Layanannya mencakup SEO, technical SEO, CRO, UI/UX design, pengembangan aplikasi mobile, serta AI analytics. Pendekatan yang digunakan antara lain heatmap analysis, rekaman sesi pengguna, dan A/B testing untuk memvalidasi perubahan.

5. RankV: Menyasar UMKM dengan SEO dan GEO yang Lebih Terjangkau

RankV, didirikan pada 2023, disebut membawa misi memperluas akses layanan SEO dan GEO bagi pelaku UMKM dan bisnis dengan keterbatasan anggaran. Dalam laporan tersebut, RankV disebut mengembangkan paket layanan GEO yang “di-scale down” agar bisnis kecil dapat mulai membangun visibilitas di pencarian berbasis AI tanpa investasi besar, dengan pendekatan “start small, scale later”.

Layanan yang disorot meliputi SEO adaptif, influencer marketing skala UMKM, serta performance marketing yang lebih terjangkau. Situs: https://rankv.io/

Panduan memilih agensi berdasarkan kebutuhan

Laporan tersebut juga merangkum panduan pemilihan agensi berdasarkan kebutuhan. Arfadia disarankan untuk korporasi besar, BUMN, atau perusahaan multinasional yang mengincar strategi visibilitas AI jangka panjang dan membutuhkan pengukuran ROI melalui RoGEO. MEA dinilai relevan bagi merek yang berfokus pada TikTok, live shopping, social commerce, serta pengelolaan marketplace. Candi disebut cocok untuk bisnis hospitality, F&B, lifestyle, dan produk wanita yang membutuhkan pemahaman industri serta integrasi GEO dan influencer marketing. Noohtify diarahkan untuk bisnis yang sudah memiliki traffic namun menghadapi persoalan konversi, termasuk optimasi checkout dan UI/UX berbasis data. Sementara RankV disebut sesuai untuk UMKM atau startup tahap awal dengan anggaran terbatas yang ingin membangun fondasi SEO dan GEO secara bertahap.

AI visibility dan metrik pengukuran dinilai kian penting

Di tengah dominasi zero-click search, laporan tersebut menekankan pentingnya strategi agar merek tetap hadir dalam jawaban AI. Komponen yang disebut krusial pada 2026 mencakup penguatan sinyal E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness), arsitektur konten yang bersifat percakapan dan mudah dikutip, serta kehadiran omnichannel yang konsisten.

Dalam laporan tersebut juga disampaikan klaim bahwa strategi GEO yang dieksekusi dengan benar dapat menghasilkan ROI 200–300% dengan waktu hasil 1–3 bulan, dibanding SEO tradisional yang disebut berada pada ROI 150–200% dengan timeline 6–12 bulan. Untuk organisasi yang ingin mengadopsi secara serius, langkah persiapan yang disebut meliputi integrasi tim PR dan SEO, investasi pada konten otoritatif, implementasi sistem pelacakan yang memadai, serta komitmen jangka panjang minimal 12 bulan.

Dengan perubahan cara konsumen mencari informasi, lima perusahaan yang dirangkum dalam laporan tersebut menawarkan pendekatan berbeda—mulai dari optimasi visibilitas di AI, penguatan social commerce, spesialisasi industri lifestyle, peningkatan konversi berbasis data, hingga layanan yang lebih terjangkau untuk UMKM.