BERITA TERKINI
Lima Alat Dapur Manual yang Praktis untuk Memasak Sehari-hari

Lima Alat Dapur Manual yang Praktis untuk Memasak Sehari-hari

Memasak di rumah kerap dianggap melelahkan karena sebagian alat dapur dinilai rumit, bising, atau bergantung pada daya listrik. Padahal, sejumlah alat dapur manual dapat menggantikan fungsi perangkat elektrik dengan hasil yang tetap baik. Selain lebih hemat energi, alat manual umumnya lebih mudah dibersihkan dan tidak merepotkan dari sisi perawatan.

Dalam dua tahun terakhir, alat dapur manual semakin banyak dipilih oleh ibu rumah tangga, anak kos, hingga pencinta masak sederhana. Pertimbangannya beragam, mulai dari fleksibilitas, daya tahan, hingga kemudahan penggunaan tanpa perlu stop kontak. Beberapa alat bahkan dinilai bisa bekerja lebih cepat karena prosesnya dikontrol langsung oleh tangan.

Berikut lima rekomendasi alat dapur manual yang berfokus pada fungsi penting dalam memasak—mulai dari memotong, menggiling, mencampur, hingga mengolah bumbu.

1. Chopper manual penarik (manual food chopper)
Chopper manual dengan sistem tali penarik menjadi pilihan banyak orang karena serbaguna dan tidak membutuhkan listrik. Bahan yang dimasukkan dapat tercacah dalam hitungan detik, dengan tingkat kehalusan yang bisa disesuaikan dari kasar hingga halus. Alat ini kerap digunakan untuk bawang, cabai, tomat, dan sayuran kecil lainnya, serta membantu mengurangi risiko mata perih dan dapur berantakan.

Wadahnya relatif mudah dibuka dan dibersihkan dibanding blender elektrik yang memiliki banyak komponen. Kapasitasnya pun bervariasi, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga. Bagi yang sering menyiapkan sambal, bumbu tumisan, atau salad, chopper manual dapat menghemat waktu persiapan. Alat ini juga disebut lebih aman bagi anak yang sedang belajar memasak karena tidak mengandalkan motor listrik.

2. Alat parut serbaguna (grater multi-function)
Parutan manual termasuk alat sederhana yang banyak digunakan dalam dapur harian. Model serbaguna biasanya memiliki beberapa sisi atau kepala parut dengan ukuran berbeda untuk berbagai kebutuhan, seperti memarut keju, wortel, kelapa muda, hingga bawang putih.

Keunggulannya, parutan manual dapat digunakan langsung di atas piring atau wadah tanpa listrik. Hasil parutan juga dinilai lebih segar karena tidak terlalu lama terpapar panas. Untuk penggunaan yang lebih rapi, tersedia pilihan parutan dengan wadah penampung. Ukurannya kecil, ringan, dan mudah disimpan.

3. Cobek dan ulekan (alat penggiling bumbu ulek)
Cobek dan ulekan tetap menjadi andalan untuk mengolah bumbu, terutama pada masakan Indonesia. Sejumlah olahan seperti sambal, bumbu pecel, atau bumbu rendang disebut lebih harum ketika diulek manual. Tekanan saat mengulek membantu minyak alami rempah keluar lebih maksimal.

Cobek tersedia dalam berbagai bahan, seperti batu, kayu, dan tanah liat. Cobek batu kerap dipilih karena kokoh dan tidak mudah aus, sementara ulekan kayu dinilai nyaman digunakan dalam waktu lama. Selain tidak memerlukan listrik, alat ini mudah dibilas dan dikenal awet. Untuk kebutuhan rumahan, cobek berukuran kecil bisa menjadi pilihan karena sesuai untuk porsi yang tidak terlalu besar.

4. Whisk manual (pengaduk telur dan adonan)
Whisk manual banyak digunakan untuk mengocok telur, mencampur cairan, membuat saus, dan mengaduk adonan ringan. Bentuk kawatnya membantu memasukkan udara sehingga campuran lebih menyatu dan dapat mengembang.

Dibanding mixer listrik, whisk lebih fleksibel karena bisa dipakai kapan saja tanpa stop kontak dan mudah dibersihkan cukup dengan dibilas sabun. Untuk pemakaian yang lebih awet, bahan stainless steel kerap disarankan karena kuat dan tidak mudah berkarat. Panjang gagang juga menjadi pertimbangan agar nyaman digenggam.

5. Saringan stainless (strainer serbaguna)
Saringan manual mungkin terlihat sederhana, tetapi fungsinya luas, mulai dari menyaring mi, mencuci sayuran kecil, memisahkan ampas jus, hingga menyaring minyak dan tepung. Kehadiran saringan dapat membantu alur memasak lebih rapi dan higienis.

Material stainless umumnya dipilih karena tahan panas dan mudah dicuci. Ada saringan berbentuk cekung dan ada pula yang datar untuk fungsi pengayakan—keduanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, penggunaan saringan disebut dapat mengurangi kebutuhan tisu dapur dan mempercepat tahap persiapan bahan. Ukurannya ringkas dan mudah disimpan, sehingga cocok untuk berbagai jenis masakan harian.