Lagu “Gala Bunga Matahari” yang dibawakan Sal Priadi belakangan ramai digunakan warganet sebagai latar musik di TikTok. Banyak pengguna mengunggah video berisi momen kebersamaan dan ungkapan rindu kepada orang terkasih dengan memakai lagu tersebut sebagai backsound.
Melalui liriknya, “Gala Bunga Matahari” digambarkan sebagai kisah tentang seseorang yang kehilangan sosok terkasih dan merindukannya. Tokoh dalam lagu berharap orang yang telah tiada itu bisa “mampir” menemuinya, meski hanya dalam mimpi. Jika tidak, ia membayangkan kehadiran itu dalam wujud lain, seperti bunga matahari yang tiba-tiba mekar di taman.
Sejumlah bagian lirik menonjol karena berisi pertanyaan tentang “tempat tinggal” baru sosok yang dirindukan. Dalam lagu, muncul penggambaran suasana yang merujuk pada gambaran surga, salah satunya pada lirik: “Adakah sungai sungai itu benar benar / Dilintasi dengan air susu”. Bagian ini disebut selaras dengan gambaran surga pada Q.S. Muhammad: 15, yang memuat perumpamaan tentang sungai-sungai, termasuk sungai air susu.
Lirik lain, “Juga badanmu tak sakit sakit lagi / Kau dan orang orang di sana muda lagi”, juga dikaitkan dengan gambaran bahwa penghuni surga akan selalu sehat dan tetap muda, sebagaimana dijelaskan dalam rujukan hadis (Shahih Muslim) yang menyebutkan bahwa penghuni surga tidak sakit, tidak mati, dan tidak menua.
Di sisi lain, lagu ini juga memotret proses orang yang ditinggalkan untuk melanjutkan hidup. Tokoh dalam lagu mengakui rindu yang datang setiap waktu dan tangis yang masih muncul, namun ia berusaha menjalani hari dengan cara yang lebih ringan, seperti tersirat pada lirik: “Kadang aku menangis bila aku perlu / Tapi aku sekarang sudah lebih lucu”. Pada akhirnya, lagu menegaskan bahwa kenangan sosok terkasih tetap tinggal, seperti pada lirik “Dan percaya kau ada di hatiku selamanya”.
“Gala Bunga Matahari” dirilis pada 14 Juni 2024 dan kemudian menjadi viral di berbagai platform. Video lagu ini di YouTube disebut telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali, sementara di Spotify telah didengarkan oleh 6,1 juta pendengar. Di TikTok, lagu tersebut telah digunakan untuk membuat sekitar 68 ribu konten dan jumlahnya disebut terus meningkat.
Di tengah ramainya respons pendengar, Sal Priadi juga menyampaikan perasaannya melalui unggahan di Instagram. Ia mengaku kerap menangis setelah membaca cerita duka dari para pendengar yang mengirimkan kisah mereka. “Teman teman,boleh jujur hampir setiap hari saya menangis membaca cerita cerita soal orang orang dalam duka yang dikirimkan ke saya. Maaf kalau respon saya banyak bercandanya, seringkali haha hihi jadi cara terbaik menyamarkan renung duka,” tulisnya. Ia juga menambahkan bahwa ia berupaya ikut mendoakan orang-orang terkasih para pendengar yang telah lebih dulu pergi, sekaligus meminta doa untuk orang-orang terkasihnya.

