Dunia kopi kembali diramaikan oleh tren minuman bernama kopi Mont Blanc. Racikan ini disebut mulai populer setelah diperkenalkan oleh kedai kopi Good Measure di Lygon Street, Melbourne, Australia, pada 2022.
Di kota yang kerap dikenal sebagai salah satu pusat budaya kopi dunia, kopi Mont Blanc menjadi perbincangan hingga kedai tersebut dilaporkan mampu menjual sekitar 400 sampai 800 gelas per hari. Tren kopi berlapis krim dingin ini kemudian menyebar dan kini semakin mudah dijumpai di berbagai kedai kopi di Indonesia.
Nama “Mont Blanc” terinspirasi dari puncak Gunung Mont Blanc di Pegunungan Alpen yang identik dengan salju putih. Penamaan ini juga mengadaptasi konsep dari hidangan penutup khas Eropa yang memiliki nama serupa.
Secara tampilan, kopi Mont Blanc dikenal lewat kontras warna: dasar kopi yang gelap dengan lapisan krim putih di bagian atas, menyerupai puncak gunung berselimut salju. Dari sisi komposisi, minuman ini umumnya terdiri dari tiga elemen utama.
Pertama, bagian dasar menggunakan kopi hitam dingin yang diseduh presisi, seperti cold brew atau iced americano. Kedua, bagian atasnya diberi lapisan cold cream tebal berwarna putih yang mengambang. Ketiga, lapisan krim tersebut dilengkapi taburan parutan kulit jeruk (orange zest atau citrus) serta biji pala parut (nutmeg).
Perpaduan ketiga elemen itu membentuk profil rasa yang disebut seimbang: pahit segar dari kopi hitam berpadu dengan manis-gurih krim, lalu ditutup aroma citrus dan rempah yang wangi.
Dibandingkan Americano, kopi Mont Blanc menawarkan tekstur lebih kaya karena adanya lapisan krim serta tambahan aroma dari parutan kulit jeruk. Sementara jika dibandingkan dengan Einspanner—minuman kopi klasik dari Wina, Austria yang menggabungkan dua shot espresso dan whipped cream polos—Mont Blanc umumnya berbasis cold brew dingin dan menghadirkan ciri khas berupa sentuhan orange zest serta biji pala.
Di balik tampilannya, ada cara menikmati yang kerap ditekankan barista: kopi Mont Blanc tidak dianjurkan untuk diaduk. Minuman ini disarankan diteguk langsung dari bibir gelas atau cangkir agar lapisan krim dan aroma jeruk terasa lebih dulu, sebelum kemudian diikuti rasa kopi dingin di bagian bawah.