Rasa aman anak di rumah dinilai tidak hanya bergantung pada kehadiran orang tua, tetapi juga pada kesediaan mereka untuk mendengar. Pesan itu menjadi salah satu fokus kegiatan Positive Mental Character for Parents and Children Vol. 4 yang digelar SMP Muhammadiyah 4 Porong, Sidoarjo, pada Ahad, 27 September 2026, pukul 08.00–11.30 WIB.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Komunikasi Efektif: Tak Hanya Tumbuh Bersama, tapi Ada Rasa Aman saat Bersama”. Melalui tema itu, orang tua dan anak diajak membangun kembali komunikasi keluarga yang hangat dan bermakna, sebagai fondasi tumbuhnya karakter serta nilai-nilai positif sejak dari rumah.
Acara ini menghadirkan Novan Arifianto, M.Pd., konsultan pendidikan, serta Coach Andrian Wicaksono, S.E., Founder Anima, sebagai pemateri. Keduanya menyampaikan materi dan pendampingan terkait pentingnya komunikasi efektif, kedekatan emosional, serta pola pengasuhan yang dapat menumbuhkan rasa aman dalam keluarga.
Dalam sesi bertema “Merawat Kedekatan dengan Cinta, Hormat, dan Kepercayaan”, orang tua diajak memahami bahwa mendampingi tumbuh kembang anak tidak cukup hanya dengan arahan dan nasihat. Anak juga membutuhkan orang tua yang mampu mendengarkan, memahami, dan memberi ruang agar mereka dapat berkomunikasi secara terbuka.
Nilai-nilai tauhid turut menjadi bagian dalam kegiatan tersebut. Tauhid dipahami tidak semata diajarkan melalui kata-kata, melainkan juga melalui praktik keseharian di rumah. Sikap orang tua dalam mencintai, menghormati, dan memberikan kepercayaan kepada anak dipandang sebagai pengalaman awal anak dalam mengenal nilai kebaikan dan keimanan.
Kegiatan berlangsung interaktif. Selain menerima materi, orang tua dan anak mengikuti aktivitas yang mendorong komunikasi dan refleksi bersama, salah satunya menulis surat. Aktivitas ini menjadi sarana bagi anak maupun orang tua untuk menyampaikan perasaan, harapan, dan pesan yang terkadang sulit diungkapkan secara langsung.
Sejumlah wali murid menyampaikan kesan mereka. Rahmawati Hidayah, wali murid kelas VII, menilai kegiatan itu memberi pengalaman dan wawasan yang berharga bagi keluarga. “Acara ini sangat menginspirasi. Kegiatan seperti ini bisa membangun hubungan anak dan orang tua menjadi semakin erat. Kami jadi diingatkan kembali bahwa komunikasi dan kedekatan dengan anak itu sangat penting,” ujarnya.
Eka Mayriantini, wali murid Izaz kelas VIII, juga menyebut kegiatan tersebut membantu orang tua memahami dan mendampingi anak. “Acara ini sangat memberikan informasi dan bimbingan konseling bagi kami sebagai orang tua. Kami juga bisa mencurahkan apa yang dirasakan melalui kegiatan menulis surat. Dari kegiatan ini, kami mendapatkan wawasan tentang bagaimana cara mendidik anak dengan lebih baik dan memahami kebutuhan mereka,” tuturnya.
Bagi wali murid lainnya, Indah Permatasari, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa orang tua perlu hadir bukan hanya secara fisik, tetapi juga menyediakan waktu untuk mendengarkan dan memahami anak. Ia menilai komunikasi tidak selalu harus melalui percakapan panjang; perhatian sederhana, kesediaan mendengar, serta ruang bagi anak untuk menyampaikan perasaan dapat menjadi jembatan yang memperkuat kedekatan.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap sinergi keluarga dan lingkungan pendidikan dapat membantu anak tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, serta karakter positif yang dibangun dari komunikasi sehat di rumah.