BERITA TERKINI
Kisah 50 Tusuk Sate Ayam, Pesanan Pertama Soekarno Usai Dilantik Jadi Presiden

Kisah 50 Tusuk Sate Ayam, Pesanan Pertama Soekarno Usai Dilantik Jadi Presiden

Tanggal 18 Agustus 1945 menjadi salah satu hari penting dalam sejarah Indonesia. Pada hari itu, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) secara resmi melantik Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia pertama.

Di balik peristiwa politik besar tersebut, tersimpan kisah yang kerap dikenang sebagai cerita unik tentang “keputusan pertama” Soekarno setelah menjabat. Dalam buku otobiografinya yang ditulis Cindy Adams, Sukarno: An Autobiography as Told to Cindy Adams, Soekarno menceritakan bahwa perintah resmi pertamanya sebagai kepala negara bukanlah dekrit politik atau instruksi militer, melainkan memesan 50 tusuk sate ayam.

Menurut kisah itu, setelah pembacaan Teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945 dan penetapan dirinya sebagai presiden pada hari berikutnya, Soekarno berjalan kaki pulang ke rumah dalam suasana yang relatif tenang namun melelahkan. Di tengah perjalanan, ia berpapasan dengan seorang pedagang sate keliling yang berdagang sederhana di pinggir jalan.

Soekarno kemudian memanggil pedagang tersebut dan menyampaikan pesanannya. “Sate ayam 50 tusuk!” ujar Soekarno, sebagaimana dituturkan dalam buku tersebut.

Setelah sate siap, Soekarno tidak mencari tempat makan yang formal. Ia memilih duduk jongkok di tepi selokan jalanan untuk menyantap sate itu. “Aku jongkok di sana dekat got dan tempat sampah dan menyantap sate dengan lahap. Itulah seluruh pesta perayaan terhadap kehormatan yang kuterima,” demikian kutipan yang diceritakan Soekarno.

Kisah santap 50 tusuk sate ayam di pinggir jalan itu kemudian sering dikenang sebagai perintah pertama Presiden Republik Indonesia, sekaligus menggambarkan kesederhanaan Soekarno pada masa-masa awal berdirinya negara.

Di luar cerita tersebut, sate ayam juga dikenal luas sebagai salah satu kuliner Indonesia yang tetap populer hingga kini. Berdasarkan data dari situs panduan kuliner dunia TasteAtlas, hidangan sate Indonesia kerap menempati peringkat atas dalam daftar makanan populer dunia serta daftar street food terbaik di Asia Tenggara dan dunia.

TasteAtlas juga menyoroti sejumlah varian sate ayam daerah, seperti Sate Ayam Ponorogo dan Sate Ayam Madura, yang disebut memperoleh penilaian tinggi dalam kategori tertentu, termasuk hidangan unggas dan street food Indonesia.

Dalam ulasannya, TasteAtlas menekankan ciri khas sate ayam pada teknik marinasi daging, serta kombinasi bumbu kacang kental dan kecap manis yang memberi rasa smoky, gurih, dan manis. Situs itu juga menyebut sate dipercaya berasal dari Pulau Jawa dan berkembang di bawah pengaruh pedagang Muslim dari India sebagai adaptasi dari kebab, sebelum menyebar luas dan dikenal sebagai hidangan nasional Indonesia.