BERITA TERKINI
Kenali Kebutuhan Kulit Sebelum Mengikuti Tren Skincare Viral

Kenali Kebutuhan Kulit Sebelum Mengikuti Tren Skincare Viral

Mengikuti saran perawatan wajah dari influencer atau tren kecantikan yang viral di media sosial kerap menjadi pilihan banyak orang. Namun, cara ini perlu disikapi hati-hati karena tidak semua produk maupun metode yang ramai dibicarakan cocok untuk setiap jenis kulit.

Jika dilakukan tanpa pertimbangan, mengikuti tren secara sembarangan berisiko memicu iritasi, munculnya jerawat, hingga merusak skin barrier. Dua metode yang belakangan sering diikuti adalah menumpuk berbagai produk (layering) dan melakukan eksfoliasi mandiri untuk mengangkat sel kulit mati.

Pendiri klinik kecantikan Dermalogia, dr. Arini Astasari Widodo, MS, Sp.DVE, FINSDV, menilai praktik layering pada dasarnya boleh dilakukan, tetapi tetap memerlukan panduan. “Pada dasarnya sah-sah saja me-layer skincare, tapi bukannya tidak ada panduannya. Di media sosial ada yang pro dan kontra, yang satu bilang boleh, yang satu bilang tidak boleh, kita jadi bingung,” ujarnya.

Menurut dr. Arini, menumpuk berbagai bahan aktif dalam satu waktu membutuhkan pemahaman terhadap tekstur dan konsistensi produk. Kesalahan urutan pemakaian dapat membuat formula tertahan di permukaan wajah sehingga tidak menyerap optimal ke dalam pori-pori. Akibatnya, rutinitas harian yang dilakukan menjadi kurang efektif karena bahan aktif tidak bekerja maksimal.

Ia menjelaskan, panduan baku berdasarkan bahan aktif sulit diberikan karena kombinasi yang sangat beragam. Cara yang lebih mudah adalah mengikuti jenis produk, dari yang berbahan dasar air hingga yang paling tebal berbahan dasar minyak. “Paling gampang adalah dari jenis produk, yakni dari bahan dasar air dulu sampai yang paling tebal yaitu bahan dasar minyak,” kata dr. Arini.

Ia mencontohkan, penggunaan produk bertekstur seperti balsam di awal lalu dilanjutkan dengan essence berisiko membuat produk tidak terserap karena air dan minyak tidak menyatu. “Kalau kita pakai yang menyerupai balsam dulu baru essence, produknya tidak bakal masuk ke kulit karena air dan minyak tidak menyatu. Itu namanya buang-buang produk,” ujarnya.

Untuk mengunci rangkaian perawatan di pagi hari, dr. Arini menekankan tabir surya sebaiknya digunakan pada urutan paling akhir. Ia juga menyarankan jeda antar-lapisan agar penyerapan lebih optimal. “Kalau mau produknya menyerap optimal, tunggu 15 menit dulu di setiap lapisannya,” ungkapnya.

Selain layering, tren eksfoliasi juga marak dilakukan untuk membantu mengangkat sel kulit mati agar wajah tampak lebih bersinar. Proses regenerasi sel disebut melambat seiring bertambahnya usia, sehingga pengelupasan dengan bantuan tertentu terkadang diperlukan untuk merangsang pertumbuhan jaringan baru.

Meski demikian, eksfoliasi tidak dianjurkan dilakukan secara agresif hingga menimbulkan rasa sakit, perih, atau membuat kulit terasa sangat kesat saat disentuh. Pendiri ADS Skin Clinic, dr. Armansjah Dara Sjahruddin, Sp.DVE, M.Kes, mengingatkan eksfoliasi yang tepat seharusnya tidak memunculkan masalah baru. “Selama tidak membuat masalah baru, misalnya kulit terkupas lalu merasa nyeri yang berlebihan, berarti itu masih aman. Tapi kalau mengganggu aktivitas sehari-hari, eksfoliasinya sudah tidak sesuai pada tempatnya,” ujarnya.