BERITA TERKINI
Hari Gizi Nasional 2026: Ahli Gizi Soroti Kebiasaan Makan dan Rendahnya Konsumsi Buah-Sayur

Hari Gizi Nasional 2026: Ahli Gizi Soroti Kebiasaan Makan dan Rendahnya Konsumsi Buah-Sayur

Masalah gizi di Indonesia dinilai tidak berhenti pada stunting. Dalam peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 yang jatuh pada 25 Januari 2026, perubahan perilaku makan masyarakat menjadi salah satu perhatian utama, terutama rendahnya konsumsi buah dan sayur.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPP PERSAGI) Doddy Izwardy mengatakan persoalan gizi saat ini lebih banyak berkaitan dengan kebiasaan makan yang belum sehat. Ia menilai, banyak orang masih makan semata untuk merasa kenyang.

“Bukan hanya stunting, tapi perilaku masyarakat yang kebanyakan makan untuk kenyang saja,” kata Doddy di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Doddy mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2007, tingkat konsumsi buah dan sayur masyarakat hanya sekitar 5 persen dari jumlah yang dianjurkan. Padahal, menurutnya, ketersediaan buah dan sayur di Indonesia relatif melimpah.

Ia menilai persoalan ini bukan terutama soal akses, melainkan kebiasaan dan pengetahuan. Doddy menyebut masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral, meski berbagai pilihan pangan tersebut ada di sekitar dan bahkan bisa ditanam sendiri.

Menurutnya, perubahan perilaku makan tidak dapat dilakukan secara cepat. Edukasi perlu dilakukan berkelanjutan dan konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.

Untuk mendorong perubahan sejak dini, pemerintah menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Doddy menilai program ini berperan strategis karena tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan makan yang lebih sehat.

Melalui MBG, anak-anak diperkenalkan pada Pedoman Gizi Seimbang melalui konsep “isi piring”. Anak dapat belajar mengenali sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral dari makanan yang mereka konsumsi, seperti nasi atau singkong, telur, ikan, tahu, tempe, serta buah dan sayur.

“Masalah gizi bukan hanya soal angka, tapi soal perilaku. Dan mengubah perilaku itu butuh waktu, komitmen, dan kerja bersama,” tutur Doddy.