Area penyelenggaraan Hari Gizi Masyarakat Vietnam ke-7 di Taman Thong Nhat, Hanoi, ramai dikunjungi warga sejak Sabtu pagi (28/6). Selain menjadi ruang aktivitas yang mendorong gaya hidup aktif, acara ini juga menyediakan konsultasi langsung dengan dokter dan ahli gizi mengenai pola makan, istirahat, olahraga, serta kebiasaan hidup sehat untuk membantu meningkatkan kondisi kesehatan peserta.
Salah satu pengunjung, Le Thi Hai Van (lahir 1992) dari komune Dai Ang, Hanoi, menilai layanan konsultasi kesehatan gratis tersebut bermanfaat bagi keluarganya, terutama karena digelar pada akhir pekan sehingga orang tua dapat mengajak anak-anak bermain di luar sekaligus memperoleh saran dari tenaga kesehatan. Ia mengatakan dokter, khususnya ahli gizi, memberikan arahan menyeluruh untuk ketiga anaknya, mulai dari persoalan pertumbuhan hingga pengaturan menu harian. Van menyebut para dokter memberikan panduan tentang penyusunan rencana makan seimbang, kecukupan cairan, jadwal tidur, dan pembentukan gaya hidup sehat.
Van juga menyoroti cara penyampaian dokter yang dinilainya efektif untuk anak-anak. Menurutnya, anak-anak sering tidak mengindahkan pengingat orang tua di rumah, tetapi setelah mendapatkan penjelasan langsung dari dokter, mereka berinisiatif berjanji untuk mengubah kebiasaan, seperti tidur lebih awal dan meningkatkan konsumsi sayuran. Ia menyebut hal itu sebagai nilai praktis program dalam membantu keluarga membangun kesadaran dan kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan anak.
Pengalaman serupa disampaikan Bui Thi Mai Hong (33) dari Phu Tho. Setelah konsultasi, ia mengatakan akan menyesuaikan cara merawat kesehatan anaknya dengan pendekatan yang lebih ilmiah, termasuk tetap mengingatkan anaknya untuk berolahraga setiap hari demi meningkatkan kebugaran. Hong menambahkan, saran yang paling ia hargai terkait pengaturan nutrisi untuk anak dengan refluks gastroesofageal, seperti membatasi makanan gorengan, memprioritaskan makanan lunak yang mudah dicerna, serta menambahkan yogurt rendah gula atau tanpa gula untuk mendukung sistem pencernaan.
Program konsultasi tidak hanya dimanfaatkan keluarga dengan anak kecil. Sejumlah warga dewasa dan lanjut usia juga datang untuk mencari jawaban atas keluhan kesehatan mereka. Vu Truong Thi, warga Jalan Kim Ma, Hanoi, mengatakan pemeriksaan langsung di taman menjadi pengalaman yang bermakna. Ia mengaku mengetahui program tersebut saat berolahraga dan kemudian berkonsultasi mengenai asam urat. Menurutnya, dokter memberikan panduan nutrisi dengan merekomendasikan pembatasan makanan berprotein tinggi, serta menyarankan penyesuaian gaya hidup dan pengelolaan berat badan untuk mendukung pengobatan.
Le Thi Ha dari distrik Dong Da, Hanoi, turut mengapresiasi program yang dinilainya memudahkan masyarakat mengakses pengetahuan kesehatan. Ia menekankan bahwa kesehatan sangat dipengaruhi nutrisi dan kebiasaan sehari-hari. Ha mengatakan, saran langsung dari dokter membantunya memperoleh pemahaman untuk menyesuaikan rutinitas, membangun pola makan yang lebih ilmiah, dan menjaga olahraga yang tepat. Terkait keluhan nyeri kaki yang dialaminya, ia menyebut dokter memberikan instruksi terperinci mengenai latihan yang sesuai untuk meminimalkan cedera dan mencegah kekambuhan.
Sementara itu, Phan Dinh Thien (lahir 2008) dari distrik Hoang Mai, Hanoi, mengikuti konsultasi karena sering merasa lelah dan nyeri badan meski masih muda. Setelah pemeriksaan, ia mengatakan dokter menyarankan penyesuaian pola makan, pembentukan kebiasaan makan sehat, serta perhatian khusus pada tidur. Menurut penjelasan tenaga kesehatan yang diterimanya, pada usia perkembangan, kecukupan nutrisi dan tidur memegang peran penting bagi pertumbuhan fisik dan kesehatan secara keseluruhan.
Melalui rangkaian kegiatan dan konsultasi yang tersedia, acara ini menjadi ruang bagi pengunjung dari berbagai usia untuk pulang membawa panduan praktis mengenai pola hidup sehat yang dapat diterapkan dalam keseharian.

