TANJUNGPINANG – Pertimbangan masyarakat dalam memilih makanan dan minuman disebut mulai bergeser. Jika sebelumnya rasa dan harga menjadi faktor utama, kini konsumen juga memperhatikan kandungan gula, garam, lemak, kalori, hingga informasi kesehatan yang tertera pada produk.
Perubahan pola konsumsi itu menjadi salah satu bahasan dalam Sosialisasi Nilai Gizi pada Makanan yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tanjungpinang di Aula SMP Negeri 4 Tanjungpinang, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan arisan rutin GOW dan diikuti pimpinan organisasi wanita, perwakilan lebih dari 40 organisasi yang tergabung dalam GOW, serta pengurus GOW Kota Tanjungpinang.
Ketua GOW Kota Tanjungpinang, Handayani Raja Ariza, mengatakan pertemuan rutin tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk memperluas wawasan, memperkuat sinergi, dan bertukar pengalaman.
Menurut Handayani, pemahaman mengenai kandungan gizi penting dimiliki perempuan karena berperan besar dalam menentukan pola konsumsi keluarga. Ia menilai makanan yang disajikan tidak hanya perlu memiliki cita rasa, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi.
Ia berharap materi yang disampaikan dapat menambah pengetahuan peserta dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat memilih pangan maupun saat menyajikan makanan sehat bagi keluarga. Handayani juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat mempererat kekompakan organisasi wanita sekaligus memberi manfaat yang dapat diteruskan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Distribusi dan Pengamanan UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Sulistiawati, memaparkan pentingnya informasi gizi dan label nutrisi pada produk pangan UMKM. Ia menyebut perubahan perilaku konsumen yang kini mencermati kandungan gula, garam, lemak, kalori, serta informasi kesehatan lain menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku UMKM pangan untuk menghadirkan produk yang lebih sehat dan informatif.
Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi, mendorong pola konsumsi sehat, menekan risiko penyakit tidak menular, serta mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

