JAKARTA — Suasana gang kuliner Jepang atau yokocho—lorong kecil yang ramai ketika hari mulai gelap, dipenuhi aroma masakan dari dapur terbuka, suara minyak mendesis, dan obrolan pengunjung—kini coba dihadirkan di tengah Jakarta. Konsep itu menjadi inspirasi bagi Gindaco Yokocho, gerai baru yang diperkenalkan PT Foods Beverages Indonesia (F&B ID), bagian dari Kawan Lama Group, di Central Park Mall.
Berlokasi di lantai LG Central Park Mall, Gindaco Yokocho tercatat sebagai gerai Gindaco ke-23. Berbeda dari citra Gindaco yang selama ini lekat dengan takoyaki, konsep baru ini dirancang untuk membawa pengalaman Japanese street food yang lebih luas dalam satu ruang.
Takoyaki tetap menjadi menu utama. Adonan yang dimasak dalam cetakan bulat dan disajikan hangat masih menjadi identitas Gindaco. Namun, di Gindaco Yokocho, takoyaki tidak berdiri sendiri. Di sekelilingnya tersedia beragam pilihan makanan Jepang, mulai dari appetizer, agemono, teppanyaki, teishoku atau rice set, okonomiyaki, yakitori, taiyaki, tamago, hingga aneka minuman.
Konsep yokocho sendiri merujuk pada gang atau lorong kecil di Jepang yang dikenal dengan deretan tempat makan. Dalam ruang yang relatif sederhana, berbagai aroma masakan, aktivitas memasak, serta interaksi pengunjung menjadi bagian dari karakter kawasan tersebut.
Gindaco Yokocho mencoba menerjemahkan pengalaman itu ke dalam konteks gerai modern di pusat perbelanjaan. Aktivitas memasak tidak sepenuhnya ditutup di balik dapur; proses menyiapkan makanan justru ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman bersantap. Bagi pengunjung, pengalaman dinilai dimulai sejak melihat makanan disiapkan, memilih beberapa menu, lalu menyantapnya bersama.
CEO PT Foods Beverages Indonesia Devin Widya Krisnadi mengatakan konsep ini dikembangkan untuk memperluas pengalaman yang selama ini melekat pada Gindaco. “Gindaco sudah dikenal dengan takoyakinya, dan takoyaki tetap menjadi bagian utama dari Gindaco Yokocho. Kali ini, kami ingin membawa pengalaman snacking Japanese street food lebih jauh. Pelanggan tidak hanya bisa menikmati takoyaki favorit mereka, tetapi juga mengeksplorasi lebih banyak hidangan Jepang dalam suasana yang terinspirasi dari food alley di Jepang,” kata Devin di Jakarta, Selasa (6/10).
Dalam tradisi kuliner jalanan, makanan kerap dinikmati tanpa banyak aturan: satu orang memesan satu jenis makanan, sementara yang lain mencoba hidangan berbeda, lalu menu-menu tersebut berpindah tangan dan disantap bersama. Semangat berbagi itu menjadi salah satu karakter yang coba dibawa Gindaco Yokocho. Pengunjung disebut tidak harus menentukan satu makanan utama untuk satu kunjungan dan dapat memadukan beberapa menu sesuai selera.
Selain takoyaki sebagai hero menu, Gindaco Yokocho juga menghadirkan pilihan takoyaki baru, antara lain Takoyaki Yokocho Signature melalui Salmon Mentai Series dan Unagi Series.