BERITA TERKINI
Frozen Yogurt vs Es Krim: Benarkah Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Frozen Yogurt vs Es Krim: Benarkah Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Frozen yogurt semakin mudah ditemukan di berbagai pusat perbelanjaan, seiring tren di media sosial yang kerap menampilkan makanan ini sebagai pilihan yang lebih menyehatkan. Popularitasnya sebagai menu sarapan modern, camilan, hingga makanan penutup pun memunculkan pertanyaan: apakah frozen yogurt benar-benar lebih sehat dibanding es krim?

Ahli gizi Amy Davis dari Live Conscious mengatakan, frozen yogurt umumnya memiliki profil gizi yang lebih “ringan” dibanding es krim, terutama dari sisi lemak dan kalori. Ia menjelaskan es krim mengandung setidaknya 10 persen lemak susu dan bisa mencapai 25 persen, sementara frozen yogurt biasanya berada di kisaran 2 hingga 6 persen lemak susu.

Amy juga membandingkan angka kalori dan lemak dalam porsi yang sama. Satu porsi frozen yogurt sekitar 2/3 cangkir rata-rata mengandung sekitar 150 kalori dan 3,5 gram lemak. Adapun es krim dengan porsi setara disebut mengandung sekitar 240 kalori dan 12 gram lemak.

Namun, praktisi nutrisi Neha Shah menilai kandungan lemak yang lebih rendah tidak otomatis membuat frozen yogurt selalu lebih baik. Menurutnya, lemak bukanlah “musuh” karena berperan memberi sinyal rasa kenyang, memperlambat pencernaan, membantu memberi tahu otak bahwa asupan sudah cukup, serta turut menjaga kestabilan gula darah.

Neha menambahkan, ketika lemak dikurangi, produsen kerap menambahkan bahan lain seperti gula, gum, dan emulsifier agar rasa dan tekstur tetap menarik. Kondisi ini berpotensi membuat kadar gula darah meningkat lebih cepat.

Di sisi lain, frozen yogurt juga kerap dikaitkan dengan kandungan probiotik yang berasal dari kultur bakteri pada yogurt, yang dinilai bermanfaat untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan dan keseimbangan bakteri baik di usus. Meski begitu, Amy menekankan keberadaan probiotik bergantung pada proses pengolahan masing-masing produk.

Neha turut mengingatkan bahwa probiotik yang sering menjadi nilai jual frozen yogurt belum tentu bertahan sepenuhnya hingga dikonsumsi. Ia menyebut proses pembekuan dan penggunaan bahan tambahan tertentu dapat memengaruhi keberadaan bakteri baik tersebut.

Neha juga berpendapat, es krim berkualitas dengan bahan yang sederhana bisa menjadi pilihan jika dikonsumsi dalam jumlah sewajarnya. Ia menyarankan konsumen memilih es krim dengan bahan lebih sedikit dan berbasis bahan pangan utuh.

Selain komposisi dasar, topping menjadi faktor besar yang dapat mengubah nilai gizi frozen yogurt. Bagi banyak orang, daya tarik frozen yogurt terletak pada kebebasan memilih topping. Namun, bagian ini pula yang sering membuat kandungan gula dan kalori meningkat tajam.

Amy menyarankan agar konsumen tidak berlebihan saat menambahkan topping. Ia merekomendasikan memilih satu atau dua topping yang tidak menambah terlalu banyak kalori, lemak, atau karbohidrat, seperti buah beri segar, buah-buahan, sedikit taburan chocolate chips, atau beberapa sendok makan kacang cincang.

Sementara itu, Neha merekomendasikan buah segar seperti buah beri, mangga iris, biji delima, dan ceri cincang karena dapat memberikan rasa manis alami sekaligus tambahan serat dan antioksidan. Ia juga menyarankan kacang tanpa garam seperti pistachio. Menurutnya, lemak dan protein dalam kacang membantu memperlambat penyerapan gula dan membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.