BERITA TERKINI
Forum EU-ASEAN di Jakarta Dorong Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk Perkuat Gizi dan Kesehatan Preventif

Forum EU-ASEAN di Jakarta Dorong Kemitraan Pemerintah-Swasta untuk Perkuat Gizi dan Kesehatan Preventif

Jakarta—Para pemimpin bisnis Eropa mendorong penguatan kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta untuk mempercepat peningkatan ketahanan gizi, mendorong pola hidup sehat, serta memperluas akses layanan kesehatan preventif di kawasan ASEAN. Seruan ini disampaikan dalam forum peluncuran laporan kesehatan terbaru yang diterbitkan EU-ASEAN Business Council (EU-ABC) di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

Forum tersebut mempertemukan pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, dan sektor swasta untuk membahas langkah bersama dalam mendukung agenda kesehatan nasional, termasuk perluasan akses pangan bergizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Laporan berjudul Health, Nutrition & Lifestyle: Boosting ASEAN's Health and Economic Resilience Through a Life-Course Framework menekankan pentingnya pendekatan kebijakan berbasis siklus kehidupan guna memperkuat ketahanan kesehatan sekaligus ketahanan ekonomi kawasan. Dalam laporan itu, EU-ABC menyoroti tiga pilar strategis, yakni ketahanan gizi, penerapan gaya hidup sehat, dan penguatan praktik perawatan mandiri sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang lebih sehat dan produktif.

Dalam paparan laporan tersebut, kesehatan preventif diposisikan sebagai investasi strategis yang dinilai berdampak pada peningkatan kualitas hidup, pengurangan beban pembiayaan kesehatan, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta penguatan daya saing ekonomi ASEAN dalam jangka panjang.

Peluncuran laporan berlangsung seiring dengan komitmen Indonesia memperkuat agenda kesehatan dan gizi nasional. Salah satu inisiatif yang disebutkan adalah program MBG yang dinyatakan telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Upaya ini disebut berjalan seiring dengan program pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting, memperkuat layanan kesehatan preventif, serta meningkatkan ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional berkelanjutan.

Direktur Eksekutif EU-ASEAN Business Council, Chris Humphrey, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak untuk menerjemahkan ambisi kebijakan menjadi hasil yang terukur. Ia menilai upaya Indonesia meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat—mulai dari program berskala besar seperti MBG hingga berbagai langkah penurunan stunting—menunjukkan arah prioritas yang sudah berada di jalur yang tepat.

Namun, Chris menilai tantangan berikutnya adalah memastikan implementasi berbagai program dapat berjalan efektif dalam skala luas. Ia juga menyebut laporan tersebut memuat sejumlah langkah praktis yang dapat dilakukan industri untuk mendukung pola makan lebih sehat, antara lain reformulasi dan fortifikasi produk, penyediaan informasi gizi yang lebih jelas, serta penguatan rantai pasok. Menurutnya, perusahaan-perusahaan Eropa siap membawa pengalaman untuk mendukung agenda gizi dan kesehatan preventif di Indonesia.

Laporan kesehatan ASEAN yang disusun EU-ABC memuat 29 rekomendasi utama mengenai cara pemerintah dan industri dapat bekerja sama untuk meningkatkan hasil gizi masyarakat, memperkuat upaya kesehatan preventif, serta membangun sistem konsumsi yang lebih berkelanjutan dan sirkular dengan mengacu pada pengalaman dari Eropa maupun kawasan ASEAN.

Sri Ridha Hasanah dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI menyampaikan bahwa tujuan kesehatan masyarakat dan pembangunan ekonomi perlu berjalan beriringan. Ia menilai selama ada tujuan kesehatan masyarakat yang sama, ruang kolaborasi tetap terbuka, dan pertumbuhan ekonomi tidak harus dipandang bertentangan dengan kesehatan publik.

EU-ASEAN Business Council menyatakan kembali komitmennya untuk menjadi mitra konstruktif dan jangka panjang bagi Indonesia dan kawasan ASEAN. Melalui dialog, keahlian, serta investasi, EU-ABC menyebut akan mendukung pelaksanaan prioritas nasional di bidang gizi dan kesehatan preventif secara efektif, aman, dan berkelanjutan.