Bojonegoro — Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemeriksaan antropometri untuk deteksi status gizi anak di SD Negeri Pungpungan II, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, pada 6 Juli 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk mendukung upaya pencegahan stunting melalui pemantauan pertumbuhan anak usia sekolah sekaligus peningkatan pemahaman tentang pentingnya pemenuhan gizi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M.Kes., Dr. Ninik Darsini, dr., M.Biomed., dan Intan Firdha Olien Noor Al Ichsan, drh. Tim melakukan pengukuran tinggi dan berat badan seluruh siswa sebagai bagian dari pemeriksaan antropometri. Data hasil pengukuran kemudian digunakan untuk menilai status gizi berdasarkan indikator pertumbuhan anak, sekaligus menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi siswa yang memerlukan perhatian khusus terkait kondisi gizi maupun risiko gangguan pertumbuhan.
Selain pemeriksaan, tim juga memberikan makanan tambahan kepada seluruh siswa berupa telur dan biskuit bergizi. Telur dipilih sebagai sumber protein hewani yang dinilai mengandung protein berkualitas tinggi serta zat gizi seperti zat besi, seng, dan vitamin B12 yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Sementara biskuit bergizi diberikan sebagai tambahan energi dan nutrisi untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian anak usia sekolah.
Rangkaian kegiatan turut diisi penyuluhan interaktif mengenai gizi seimbang. Dalam sesi ini, siswa dikenalkan pada manfaat mengonsumsi makanan kaya protein, sayur, dan buah, serta pentingnya sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Edukasi juga diberikan kepada guru agar dapat berperan sebagai mitra dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.
Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum menyampaikan bahwa pencegahan stunting merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, anak-anak yang memperoleh asupan gizi cukup dan pertumbuhannya dipantau secara rutin memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang baik, dan menjadi generasi produktif di masa depan.
Pihak SDN Pungpungan II menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberi manfaat bagi siswa dan sekolah. Informasi mengenai status gizi siswa disebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk mendukung program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sekaligus memperkuat kerja sama antara sekolah, orang tua, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi dalam menjaga kesehatan anak.
Melalui kegiatan ini, FKH Universitas Airlangga menyatakan komitmennya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut juga dikaitkan dengan kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 2, SDG 3, SDG 4, dan SDG 17 melalui penguatan kolaborasi untuk mendukung generasi yang sehat dan bebas stunting.

