JAKARTA — Rasa Bali kini bisa dinikmati di Jakarta lewat sajian yang tidak biasa: donat. Dough Darlings menghadirkan edisi khusus donat dengan cita rasa khas Pulau Dewata, mulai dari sentuhan manis pie susu hingga varian gurih seperti ayam klungkung.
Co-Founder Dough Darlings, Ivan Mario Halim, mengatakan inspirasi rasa Bali berangkat dari kebiasaan membawa oleh-oleh khas, salah satunya pie susu. “Di Bali itu banyak banget pai susu yang dijual sebagai oleh-oleh. Kami bawa rasa itu dan coba kembangkan di donat,” ujar Ivan saat ditemui di pop-up store Dough Darlings Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Ada empat varian donat rasa Bali yang dihadirkan khusus di Jakarta, yakni Pie Susu, Klepon Mochi, Ayam Bejek, dan Ayam Klungkung. Keempatnya menggunakan adonan dasar yang sama, namun dikembangkan dengan komponen yang disebut dibuat memakai bahan yang sama seperti makanan aslinya.
Pada varian Pie Susu, remahan pie terlihat di permukaan donat. Sementara untuk Klepon Mochi, Pastry Chef Dough Darlings, Oriana, menyebut ia menggunakan gula asli Bali untuk memperkuat rasa. “Di dalam donatnya saya masukan gula bali, juga coconut cream. Baru di luarnya kami gunakan dengan mochi pandan,” kata Oriana.
Untuk varian gurih, Oriana mengatakan beberapa bahan khas Bali juga dibawa langsung, termasuk minyak kelapa dari Bali untuk donat ayam bejek. Adapun pada rasa ayam klungkung, ia menyebut tingkat kepedasan dibuat lebih umum dibanding versi aslinya. “Kalau untuk ayam klungkung, kami buat rasanya lebih common daripada yang seharusnya. Biasanya jauh lebih pedas lagi,” ujarnya.
Donat edisi spesial rasa Bali ini dijual seharga Rp 40.000 per buah. Pop-up store Dough Darlings berlokasi di Gafoy, Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan akan beroperasi sekitar tiga bulan ke depan. Jam operasionalnya Senin–Kamis pukul 09.00–22.00 WIB serta Jumat–Minggu pukul 08.00–22.00 WIB.
Meski baru hadir di Jakarta, Dough Darlings dikenal di Bali dengan gerai yang tersebar di Seminyak, Canggu, Ubud, dan Jimbaran. Ivan menjelaskan Bali dipilih sejak awal karena dinilai memberi peluang lebih besar untuk memperkenalkan cita rasa kuliner Indonesia kepada wisatawan. “Karena menurut kami, Bali ini adalah salah satu pusat tourism terbesar di Indonesia. Jadi kami punya lebih banyak kesempatan supaya orang-orang luar negeri bisa mencoba produk Indonesia dan mereka tertarik,” tuturnya.
Upaya tersebut berlanjut ke pasar internasional. Ivan menyebut Dough Darlings telah membuka gerai internasional pertama di Doha, Qatar, sekitar setahun lalu. Co-Founder Dough Darlings lainnya, Andrian, menuturkan pembukaan cabang Doha bermula dari pertemuan dengan seseorang yang sebelumnya menjadi pelanggan dan mencoba donat mereka di Bali. “Buat kami ini suatu pencapaian ya. Milestone juga karena istilahnya mimpi kami salah satunya adalah membawa brand ini ke internasional,” kata Andrian.
Dari sisi produksi, Oriana mengatakan Dough Darlings rata-rata menjual 1.000 donat per hari dari empat gerainya di Bali. Sekitar 70 persen proses pembuatan donat masih dikerjakan dengan tangan, sehingga mereka menyebut produknya sebagai donat artisan. Sekali produksi, proses pembuatan dapat memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam.
“Kami tidak bisa produksi terlalu banyak karena memang harus jaga kualitasnya juga ya. Kalau kayak pakai mesin kan cepat ya produksi mau bikin 1.000, 2.000 donat, gampang,” ujar Oriana. Ia menambahkan, peralatan seperti mixer dan fryer digunakan, namun sebagian besar proses tetap mengandalkan tangan para chef di central kitchen.
Selain edisi rasa Bali, Dough Darlings juga menawarkan varian lain seperti Blueberry Lime, Salted Caramel Almond, Chocolate Hazelnut, Ice Sugar, Vanila Glaze, hingga Red Velvet Cheesecake. Harga donat dijual mulai dari Rp 23.000 hingga sekitar Rp 40.000.