BERITA TERKINI
Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Skinny Fat: Tubuh Langsing Bisa Simpan Lemak Tinggi

Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Skinny Fat: Tubuh Langsing Bisa Simpan Lemak Tinggi

Anggapan bahwa tubuh kurus selalu identik dengan kondisi sehat dinilai tidak selalu tepat. Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Putri Sakti Dwi Permanasari, M.Gizi, Sp.GK, menjelaskan bahwa seseorang yang tampak langsing bisa saja memiliki kadar lemak tubuh tinggi, namun massa otot rendah.

Kondisi tersebut dikenal sebagai skinny fat atau normal weight obesity. Menurut dr. Putri, istilah itu merujuk pada orang yang secara tampilan terlihat normal, tetapi ketika diperiksa menggunakan alat analisis komposisi tubuh, cenderung menunjukkan lemak tubuh yang tinggi dan massa otot yang rendah.

Dr. Putri menekankan kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Ia menyebut komposisi tubuh yang tidak ideal dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.

“Menariknya, karena komposisi tubuh yang tidak baik itu, orang dengan skinny fat ternyata memiliki risiko penyakit hingga dua kali lebih besar dibandingkan orang yang obesitas,” ujarnya.

Karena itu, dr. Putri menilai menjaga angka berat badan saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah memastikan komposisi tubuh tetap sehat dengan menjaga keseimbangan antara massa otot dan lemak tubuh.

Untuk mencapainya, ia menegaskan pola makan bergizi seimbang tetap menjadi fondasi utama. Dalam pemenuhan gizi harian, dr. Putri menyebut karbohidrat tetap diperlukan sekitar 45–65 persen dari kebutuhan energi harian. Protein disarankan sekitar 15–20 persen, bahkan bisa lebih selama fungsi ginjal normal. Sementara lemak tetap dibutuhkan dengan memilih jenis lemak yang sehat, dengan porsi sekitar 20–30 persen dari kebutuhan energi.

Menurutnya, ketiga komponen tersebut tidak dapat berdiri sendiri dan perlu dijaga keseimbangannya agar komposisi tubuh tetap sehat.