BERITA TERKINI
Dinkes Pulang Pisau Tekankan Kualitas Gizi dan Keamanan Pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Dinkes Pulang Pisau Tekankan Kualitas Gizi dan Keamanan Pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis

PULANG PISAU – Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditujukan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga, tetapi juga sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas kesehatan dan status gizi anak usia sekolah. Program ini diharapkan mendukung terbentuknya generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr Ellyana, pada Minggu (7/6/2026) menyatakan bahwa keberhasilan MBG tidak semata diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, melainkan dari kualitas gizi yang diterima peserta didik. Karena itu, aspek keamanan pangan, kandungan gizi seimbang, serta kebersihan dalam proses penyajian menjadi perhatian utama.

Menurut dr Ellyana, pemenuhan kebutuhan gizi sejak usia sekolah berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan meningkatkan konsentrasi belajar di kelas. Anak yang memperoleh asupan gizi cukup juga dinilai cenderung memiliki daya tahan tubuh lebih baik sehingga lebih siap mengikuti proses pembelajaran.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Karena itu, kualitas makanan yang diberikan harus benar-benar diperhatikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh peserta didik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan berperan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap aspek kesehatan lingkungan, keamanan pangan, serta edukasi mengenai pola makan sehat. Upaya ini dilakukan agar makanan yang disajikan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi anak dalam masa pertumbuhan.

Selain meningkatkan kesehatan siswa, MBG juga dinilai berpotensi mendukung pencegahan stunting dan masalah gizi lainnya. Dengan asupan makanan yang lebih teratur dan bergizi, risiko kekurangan gizi pada anak diharapkan dapat ditekan sehingga kualitas kesehatan masyarakat secara umum meningkat.

Dr Ellyana berharap kolaborasi dapat terjalin antara sekolah, orang tua, tenaga kesehatan, hingga penyedia makanan untuk menyukseskan program tersebut. Melalui pelaksanaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan, MBG diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan generasi Pulang Pisau yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa mendatang.