Pemerintah Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, menggelar Rembuk Stunting Pra Musrenbangdes Tahun 2026 pada Rabu (24/6/2026). Forum ini diarahkan untuk memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui penyusunan program prioritas yang akan masuk dalam perencanaan pembangunan desa tahun mendatang.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendamping desa, Babinsa, serta tokoh masyarakat. Dalam pertemuan yang berlangsung tertib itu, peserta membahas berbagai usulan dan strategi pencegahan stunting agar langkah yang dirumuskan berjalan selaras dan tepat sasaran.
Pembahasan tidak hanya menyoroti penanganan balita berisiko stunting, tetapi juga upaya pencegahan sejak masa kehamilan. Selain itu, forum turut mengangkat peningkatan kualitas gizi keluarga, perbaikan sanitasi lingkungan, serta edukasi pola hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari strategi penurunan stunting.
Babinsa Pilang, Serda Muhammad Sugiono, menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. “Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Anak-anak yang tumbuh sehat dan mendapatkan gizi yang cukup akan menjadi sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia juga menyebut keluarga memiliki peran sentral dalam pencegahan stunting, mulai dari pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak secara rutin, pemberian imunisasi, hingga penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Sugiono, sebagai aparat kewilayahan Babinsa siap mendukung program pemerintah desa yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dukungan tersebut dilakukan melalui pendampingan kegiatan kesehatan, komunikasi sosial dengan warga, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program pembangunan desa. “Kunci keberhasilan menekan angka stunting adalah sinergi semua pihak. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader PKK, pendamping desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga masyarakat harus bergerak bersama agar program yang disusun benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Wonoayu menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting. Ia menilai pembangunan sumber daya manusia perlu dimulai dari perhatian pada kesehatan ibu hamil, balita, dan keluarga sebagai fondasi lahirnya generasi berkualitas.
“Hasil Rembuk Stunting Pra Musrenbangdes ini nantinya akan menjadi bahan penyusunan program pembangunan Desa Pilang Tahun 2026, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan, gizi, sanitasi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Melalui forum tersebut, Desa Pilang menyatakan optimistis dapat memperkuat langkah pencegahan stunting guna mewujudkan generasi yang sehat dan kuat.

