BERITA TERKINI
Deretan Tren TikTok yang Viral Sepanjang 2024, dari ‘We Listen We Don’t Judge’ hingga ‘Elzio Lihat Mama’

Deretan Tren TikTok yang Viral Sepanjang 2024, dari ‘We Listen We Don’t Judge’ hingga ‘Elzio Lihat Mama’

Sepanjang 2024, TikTok diramaikan beragam tren yang menyebar cepat dan diikuti pengguna dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Mulai dari tren berbasis pengakuan, komentar yang berulang di kolom unggahan, hingga potongan lagu dan meme, sejumlah istilah dan sound tertentu sempat mendominasi linimasa For You Page (FYP).

Salah satu tren yang banyak diikuti adalah “We Listen We Don’t Judge”. Tren ini disebut pertama kali diunggah oleh akun @bccczsv dan kemudian meluas. Banyak pengguna memanfaatkannya sebagai ruang untuk mengungkap “rahasia” tanpa takut dihakimi, meski tak sedikit pula yang membuat konten sekadar untuk humor.

Tren lain yang viral adalah komentar “pemenangnya tetap Chez”. Kalimat ini ramai muncul di kolom komentar berbagai konten FYP setelah munculnya tren “nenek waktu muda”. Dalam tren tersebut, Chez—disebut sebagai seorang cosplayer—ikut membuat konten yang kemudian dibanding-bandingkan dengan kreator lain. Warganet lalu ramai-ramai menyepakati Chez sebagai “pemenang”, sehingga komentar itu kerap ditulis bahkan pada konten yang tidak relevan.

Dari ranah musik, potongan lagu Ghea Indrawari berjudul “Teramini” memantik tren “Gak rela Ghea”. Tren ini muncul seolah merespons penggalan lirik “Rela, relakanlah yang bukan untukmu, bukanlah untukmu”, dengan pengguna menjabarkan curhatan tentang alasan mereka sulit merelakan sesuatu.

Masih terkait lagu, Yura Yunita juga memunculkan tren “Gak bisa Yura” setelah merilis single “Risalah Hati”. Tren ini lahir dari respons warganet yang kontra terhadap penggalan lirik tertentu, khususnya bagian “Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku”.

Di sisi lain, tren juga datang dari konten properti. Melalui akun @si_adrie, muncul tren “Gua tunjukin rumah sudah jadi dan siap huni”. Selain lirik yang mudah diingat, gerakan joget ke kanan dan kiri yang dilakukan dalam konten tersebut turut membuat warganet terhibur.

Viralnya sound juga terjadi lewat “sound naik anjing”. Tren ini berawal dari celetukan siswa di grup WhatsApp, lalu menjadi sound yang menyebar di TikTok dan media sosial lainnya. Sound tersebut disebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok kelas SMA Daya Utama Bekasi @forensic10.4, berangkat dari komentar bernada candaan yang menyuruh teman yang tidak punya motor untuk “naik anjing” jika ingin bepergian.

Tren berikutnya datang dari live streaming. Pengguna TikTok bernama Sadbor ramai muncul di FYP lewat aksi live sambil berjoget bersama rekan-rekannya. Karena sering mendapatkan saweran saat live, Sadbor disebut menginspirasi warga kampungnya untuk membuat konten joget serupa. Goyangannya yang dikenal sebagai goyang patuk ayam kemudian viral dan banyak ditiru.

Di kategori meme, cuplikan webtoon The Ki Sisters memunculkan tren “Queen Never Cry”. Dalam adegan yang viral, diceritakan seorang karakter baru saja melahirkan lalu sang ibu mengucapkan “Queen Never cry”. Setelah itu, bayi digambarkan memasang ekspresi cool dan tidak menangis. Ekspresi ibu dan anak tersebut kemudian ramai digunakan warganet dalam berbagai konten.

Sementara itu, tren “Elzio lihat mama” berawal dari akun @fitriyanii680 yang kerap membagikan momen bersama anaknya, Elzio. Dalam kontennya, sang ibu sering memanggil dengan kalimat “Elzio lihat mama”. Ungkapan ini lalu viral, menjadi tren, dan memunculkan banyak parodi dari pengguna lain.

Deretan tren tersebut menunjukkan bagaimana potongan kalimat, sound, hingga ekspresi dalam konten dapat berkembang menjadi fenomena bersama di TikTok, dengan variasi penggunaan mulai dari curhat, parodi, hingga sekadar hiburan.