Masa pandemi memunculkan berbagai tren yang ramai dilakukan masyarakat, terutama saat aktivitas banyak berpusat di rumah. Sejumlah kegiatan bahkan berkembang menjadi kebiasaan baru, mulai dari membuat minuman, membuat konten video, hingga berolahraga dan berkebun.
Salah satu tren yang paling menonjol di awal pandemi adalah kopi dalgona. Banyak orang mencoba membuatnya sendiri di rumah karena bahan-bahannya mudah didapat, seperti kopi, air susu, air hangat, gula, dan es batu. Campuran tersebut diaduk hingga mengental. Meski proses mengaduk kerap dikeluhkan melelahkan, banyak yang merasa hasil akhirnya sepadan. Tren ini juga mendorong sebagian orang membuka usaha kopi dalgona.
Selain itu, pembuatan video di aplikasi Tiktok ikut meningkat. Aplikasi ini digunakan untuk membuat video musik berdurasi pendek dengan berbagai fitur. Sebelum pandemi, pengguna Tiktok sudah cukup banyak, tetapi situasi yang membuat orang lebih sering berada di rumah mendorong semakin banyak orang beralih menggunakannya. Dalam tren ini, muncul pula kutipan dari Bowo Alpenliebe—pengguna Tiktok sejak sebelum pandemi—yang berbunyi, “Gue udah kering, lo semua baru nyebur.”
Di sisi lain, tren workout dari rumah juga merebak. Aktivitas seperti ngemil dan rebahan sambil menelusuri media sosial disebut menjadi pilihan banyak orang untuk mengatasi kebosanan, yang tanpa disadari berdampak pada kenaikan berat badan. Karena itu, workout menjadi salah satu cara yang dipilih untuk kembali menjaga kebugaran. Banyak orang membagikan cerita keberhasilan menurunkan berat badan hingga berkilo-kilo selama pandemi. Selain alasan kesehatan, sebagian melakukannya dengan harapan bisa tampil “glow up” setelah pandemi berakhir.
Tren berikutnya adalah menanam tanaman di rumah. Kegiatan ini dinilai dapat meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah sekaligus mempercantik tampilan hunian. Ramainya minat masyarakat terhadap tanaman selama pandemi turut membuat harga tanaman naik, bahkan disebut mencapai jutaan rupiah. Meski begitu, hal tersebut tidak menghentikan masyarakat untuk tetap membeli dan merawat tanaman di rumah.
Sementara itu, bersepeda menjadi salah satu aktivitas luar ruang yang ramai dipilih. Banyak orang kemudian kembali berolahraga di luar, dan bersepeda termasuk yang paling populer. Seiring meningkatnya jumlah peminat, harga sepeda juga dilaporkan melonjak. Ramainya pesepeda di jalan turut memunculkan keluhan dari sebagian pengendara motor dan mobil yang merasa terganggu karena pesepeda terkadang mengganggu laju kendaraan.
Beragam tren tersebut menjadi gambaran aktivitas yang sempat viral dan banyak dilakukan masyarakat selama masa pandemi, baik sebagai cara mengisi waktu, menjaga kesehatan, maupun mencari hiburan di tengah pembatasan aktivitas.

