Lapak penjual bumbu dapur jadi atau bumbu giling segar di pasar tradisional Kabupaten Aceh Singkil semakin ramai didatangi warga. Keterbatasan waktu untuk memasak serta keengganan mengupas dan meracik rempah secara manual menjadi alasan utama masyarakat memilih bumbu instan siap pakai.
Pantauan pada Kamis, 18 Juni 2026, antrean pembeli terlihat mengular di salah satu lapak bumbu giling di Pasar Harian Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah. Warga rela mengantre untuk mendapatkan racikan bumbu segar, mulai dari bumbu rendang, soto, gulai, hingga bumbu dasar merah dan putih.
Salah seorang pembeli, Sarah, mengatakan bumbu dapur jadi menjadi andalan untuk menu masakan keluarganya. Sebagai ibu yang bekerja, ia menilai bumbu giling membantu menghemat waktu di dapur.
“Sekarang apa-apa pengennya yang praktis. Kalau harus beli bawang, cabai, terus ngupas dan ngulek sendiri, waktunya habis duluan sebelum masak. Kalau beli bumbu jadi begini, sampai rumah tinggal tumis, cemplungin daging atau sayur, langsung matang. Rasanya juga enggak kalah enak sama ulekan sendiri,” ujar Sarah.
Pedagang bumbu giling di pasar tersebut, Reni, menyebut permintaan yang meningkat berdampak pada omzet penjualan. Ia mengatakan lonjakan pembeli biasanya terjadi menjelang akhir pekan dan hari libur nasional.
“Hari biasa saja bisa menghabiskan puluhan kilogram cabai dan rempah-rempah. Paling ramai itu kalau menjelang akhir pekan atau hari libur, pembeli bisa melonjak sampai dua kali lipat. Kebanyakan dari mereka mencari bumbu dasar atau bumbu khusus masakan daging,” jelas Reni.
Meski menawarkan kepraktisan, warga diimbau tetap cermat memilih lapak bumbu jadi. Pembeli disarankan memastikan bahan yang digunakan merupakan rempah segar alami tanpa tambahan pengawet kimia berbahaya, agar masakan rumahan tetap sehat dan higienis.

