PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkuat dukungan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui Program Desa Sehat Bebas Stunting di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Program ini menyasar empat desa, yakni Sukamanah, Banjarsari, Wanasuka, dan Margamukti.
Program yang merupakan bagian dari BNI Berbagi tersebut dijalankan bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Pangalengan dan Puskesmas Sukamanah. Fokus intervensi diarahkan pada dukungan gizi dan edukasi kesehatan bagi kelompok rentan, mulai dari anak berisiko stunting, ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), hingga remaja putri.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyatakan, program ini menjadi bentuk kontribusi perseroan dalam mendukung agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi kesehatan dan gizi masyarakat. Ia menekankan komitmen BNI untuk menghadirkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, BNI menyalurkan Paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan kepada 65 anak berisiko stunting selama 52 hari berturut-turut. Selain itu, BNI juga menyalurkan Paket Nutrisi bagi 12 ibu hamil dengan kondisi KEK selama 60 hari berturut-turut.
Program ini turut mencakup pemberian nutrisi dan tablet tambah darah kepada 50 remaja putri sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Seluruh rangkaian intervensi direncanakan berlangsung selama tiga bulan, disertai pendampingan dan pemantauan berkala untuk memastikan efektivitas program.
Okki menilai penanganan stunting merupakan salah satu prioritas penting dalam pembangunan nasional. Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan sejak dini karena stunting dapat menghambat tumbuh kembang anak dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.
Kabupaten Bandung dipilih sebagai lokasi program karena dinilai masih membutuhkan penguatan upaya pencegahan stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Bandung tercatat 24,1%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Barat.
Selain pemenuhan gizi, Program Desa Sehat Bebas Stunting juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan keluarga, memperkuat peran posyandu, serta mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
BNI menyatakan keberhasilan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat. Karena itu, program ini dirancang dengan pendekatan terintegrasi melalui edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, dan pemantauan kondisi penerima manfaat.
Melalui Program BNI Berbagi, BNI menegaskan komitmennya menghadirkan program sosial yang ditujukan memberi dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

