Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan siap menyerap hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini menjadi bagian dari kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan BGN untuk menghubungkan produksi perikanan dengan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Melalui kerja sama tersebut, Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP bersama BGN akan menyinkronkan perencanaan produksi ikan dengan kebutuhan program MBG. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup fasilitasi penyerapan hasil produksi perikanan budi daya.
KKP dan BGN menargetkan ketersediaan ikan dapat lebih terjamin sesuai kebutuhan program MBG, sekaligus mendukung pemenuhan asupan protein bagi penerima manfaat. Kepala BGN Sudaryono mengatakan ikan merupakan salah satu sumber protein yang dapat dimasukkan dalam menu MBG.
"Kami ingin dalam satu menu makanan kita itu ada ikan. Kandungan asupan proteinnya cukup itu yang paling utama, dan salah satunya adalah ikan," kata Sudaryono pada Kamis, 1 Oktober 2026, dikutip dari kkp.go.id, Jumat, 2 Oktober 2026.
Ia menambahkan, kebutuhan ikan tersebut akan diberlakukan dalam menu-menu MBG. Dengan demikian, hasil produksi ikan dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan program sekaligus mendukung pemenuhan asupan protein dalam makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
"Kami siap menjadi offtaker dan memberlakukan ini ke menu-menu (MBG)," ujarnya.
Melalui kerja sama ini, produksi ikan budi daya diharapkan semakin terhubung dengan kebutuhan bahan pangan untuk program MBG. Pemanfaatan ikan dalam menu MBG juga diposisikan sebagai salah satu upaya menyediakan sumber protein hewani bagi penerima manfaat program.