BERITA TERKINI
Bawang Bombai Disebut Punya Manfaat, tetapi Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Bersama Daging Anjing

Bawang Bombai Disebut Punya Manfaat, tetapi Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Bersama Daging Anjing

Bawang bombai menjadi salah satu bumbu yang kerap digunakan di dapur, mulai dari sup, semur, tumisan, gorengan, perkedel, isian kue, hingga acar. Seorang pembaca bernama Ha Linh (Kelurahan Thai Binh, Hung Yen) menanyakan apakah konsumsi bawang bombai dalam jumlah banyak baik untuk kesehatan, serta hal-hal yang perlu diwaspadai saat menggunakannya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Dr. Pham Viet Hoang, mantan dosen di Akademi Pengobatan Tradisional Vietnam, menjelaskan bahwa bawang bombai tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga mengandung sejumlah senyawa tumbuhan yang disebut memiliki sifat antioksidan dan antibakteri.

Menurutnya, bawang mengandung senyawa sulfur dan antioksidan. Sejumlah komponen pada bawang juga menunjukkan aktivitas antibakteri dalam penelitian eksperimental. Dalam praktik pengobatan tradisional, bawang kerap digunakan bersama jahe dan daun perilla dalam masakan atau minuman untuk membantu mengatasi flu.

Selain itu, bawang disebut mengandung flavonoid, vitamin, dan berbagai senyawa tumbuhan yang memiliki aktivitas antioksidan. Menambahkan bawang ke dalam pola makan yang bervariasi dinilai dapat berkontribusi dalam menyediakan zat-zat bermanfaat bagi tubuh. Bawang juga mengandung serat serta senyawa yang dapat mendukung fungsi sistem pencernaan.

Meski demikian, Dr. Hoang menekankan bahwa temuan aktivitas antibakteri pada penelitian laboratorium tidak serta-merta berarti mengonsumsi atau mengoleskan bawang dapat mengobati infeksi bakteri. Ia mengingatkan agar bawang tidak digunakan sebagai pengganti obat, terutama untuk penyakit akut atau kondisi yang mengancam jiwa.

Ia juga menyoroti adanya sebagian saran pengobatan tradisional yang menganjurkan penggunaan bawang untuk situasi darurat seperti pingsan, retensi urin, obstruksi usus, atau sakit perut parah. Metode semacam ini, kata dia, tidak boleh dicoba di rumah.

Dr. Hoang menyarankan agar masyarakat segera menghubungi layanan darurat dan membawa pasien ke fasilitas medis apabila seseorang tidak sadarkan diri, mengalami kesulitan bernapas, kejang, nyeri perut hebat, retensi urin total, muntah terus-menerus, atau diduga mengalami obstruksi usus. Orang awam juga tidak dianjurkan memaksa memasukkan makanan atau zat apa pun ke mulut atau hidung pasien karena berisiko menyebabkan tersedak, merusak saluran napas, atau menunda proses penyelamatan.

Secara khusus, ia mengingatkan bahwa bawang bombai tidak cocok dikonsumsi bersama daging anjing. Dalam pandangan pengobatan tradisional, daging anjing disebut bersifat hangat dan kaya protein, sedangkan bawang bombai—terutama yang mentah atau bawang merah—dianggap memiliki sifat menyebar dan merusak akibat panas. Jika dimakan bersamaan, panas dinilai dapat meningkat tajam dan memicu panas lembap serta penumpukan racun yang berdampak pada sistem pencernaan.

Ia menambahkan, bawang bombai yang dikombinasikan dengan madu atau gula juga dapat merusak rasa hidangan.