BERITA TERKINI
Babinsa Karangpuri Dampingi Rembug Stunting Pra Musrenbangdes untuk Perkuat Upaya Cegah Gizi Buruk

Babinsa Karangpuri Dampingi Rembug Stunting Pra Musrenbangdes untuk Perkuat Upaya Cegah Gizi Buruk

Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sidoarjo terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya dilakukan lewat Rembug Stunting Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Pra Musrenbangdes) yang digelar di Balai Desa Karangpuri, Kecamatan Wonoayu, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan ini mendapat pendampingan Babinsa Desa Karangpuri Koramil 0816/13 Wonoayu, Serma Agus Yudhi. Forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta unsur masyarakat untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah strategis penanganan stunting yang akan menjadi prioritas pembangunan desa.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan para undangan. Setelah itu, peserta menerima pemaparan kondisi stunting di masing-masing Posyandu, sesi diskusi, hingga penyusunan rekomendasi program yang akan diusulkan dalam Musrenbangdes.

Dalam diskusi, kader Posyandu menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi di lapangan, mulai dari pemenuhan gizi balita, pendampingan ibu hamil, pola asuh keluarga, hingga kendala pelayanan kesehatan masyarakat. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menyusun program yang dinilai lebih tepat sasaran dalam menekan angka stunting.

Serma Agus Yudhi menegaskan pencegahan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Permasalahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan tanggung jawab kita bersama. Pencegahan harus dimulai sejak dini melalui kepedulian seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, pemerintah desa, kader Posyandu hingga aparat kewilayahan. Dengan komunikasi yang baik, pendataan yang akurat, serta kerja sama yang solid, saya optimistis kita mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta pemantauan tumbuh kembang anak sebagai langkah konkret menekan prevalensi stunting.

Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus dukungan TNI terhadap program pemerintah di bidang kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui Rembug Stunting Pra Musrenbangdes ini, diharapkan lahir program-program yang menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Desa Karangpuri yang sehat, mandiri, dan bebas stunting.