Jagat media sosial kembali diramaikan tren audio di TikTok yang diambil dari serial animasi Family Guy. Cuplikan suara bertema “blockin’ the street” atau “menghalangi jalan” itu banyak digunakan pengguna untuk mengekspresikan keluhan saat perjalanan atau aktivitas mereka terhambat, sekaligus menyisipkan humor dan sindiran sosial.
Audio tersebut berasal dari episode Family Guy musim ke-15 episode 18 berjudul “The Peter Principal” yang pertama kali tayang pada 2017. Dalam adegan yang kini beredar luas, karakter Brian mengenang momen ketika dirinya terhambat marching band saat mengantar pizza. Potongan itu menampilkan grup band yang berjalan perlahan sambil menyanyikan bahwa mereka sedang “blockin’ the street”.
Dalam cerita, Brian dikejar waktu karena harus mengantar pizza dalam waktu kurang dari 30 menit, tetapi jalannya tertutup rombongan marching band. Hampir satu dekade setelah episode tersebut tayang, pengguna TikTok kembali mengangkat audio itu untuk menggambarkan rasa frustrasi ketika tujuan tertahan oleh orang lain secara fisik.
Salah satu contoh penggunaan datang dari akun @karoline.io, yang videonya ditonton 2,5 juta kali. Ia memakai audio tersebut untuk menunjukkan situasi tinggal di kota wisata, ketika turis dianggap menghalangi jalan saat ia mengemudi. Secara keseluruhan, lebih dari 11.000 video TikTok dilaporkan telah menggunakan audio “blockin’ the street”.
Konten yang memanfaatkan audio ini beragam, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga kerumunan di konser musik. Sejumlah anggota marching band juga disebut ikut meramaikan tren. Respons pengguna pun bervariasi, dari ungkapan kesal hingga candaan yang bernada positif, menunjukkan bagaimana satu audio bisa mengikat pengalaman yang dirasakan banyak orang.
Para pemilik hewan peliharaan turut mempopulerkan tren ini. Audio tersebut kerap dipasang pada klip kucing yang dianggap menjadi “penghalang”, misalnya saat pemilik hendak memberi makan. Video dari @ambiedpambied yang menampilkan tiga kucing berkumpul di kaki pemiliknya meraih 2,8 juta tayangan, sementara animasi dari @kopikat bertema dilema serupa ditonton 1,3 juta kali.
Hewan lain juga muncul dalam variasi tren ini. Video @bays.irishcream tentang kawanan domba di jalan meraih 1,1 juta tayangan. Klip @caitlindoes yang menampilkan seorang pesepeda dengan banyak anjing mendapatkan 4,1 juta tayangan. Sementara itu, video @soph86482 tentang “anjing besar tanpa kesadaran spasial” ditonton 2,6 juta kali, dan unggahan @fatherbattisto tentang “satu anjing tua yang gemuk” meraih 1,2 juta tayangan.
Selain situasi sehari-hari, audio “blockin’ the street” juga dipakai untuk memberi keterangan pada adegan film dan televisi, terutama ketika sekelompok orang berdiri atau menari di jalan. Penggunaan ini memancing penonton menilai kembali adegan tersebut dari sudut pandang orang yang sedang berusaha melintas, sehingga terasa konyol sekaligus menjengkelkan.
Salah satu suntingan yang disebut ramai ditonton adalah unggahan @poogyus dengan 2,3 juta tayangan, yang memasangkan audio itu pada rekaman penyeberangan BTS untuk The Late Late Show with James Corden pada 2021. Dalam segmen tersebut, grup K-pop itu berlari keluar saat lampu merah untuk menampilkan lagu “Butter” di jalanan Los Angeles.
Meski umumnya digunakan untuk menggambarkan hambatan fisik, audio ini juga dipakai untuk menyuarakan keluhan lain, seperti hambatan di pekerjaan atau karakter tertentu yang “memaksa masuk” dalam sebuah buku. Dengan nada yang mudah diingat dan dekat dengan pengalaman sehari-hari, tren ini dinilai masih berpotensi terus berkembang di TikTok.
Fenomena tersebut turut menggambarkan peran TikTok sebagai ruang lahirnya tren konten digital. Di saat yang sama, platform ini terus menguji fitur baru untuk pengalaman pengguna, termasuk di area belanja. Namun, pengguna juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang kerap memanfaatkan tren viral.
Dengan sifatnya yang mudah ditiru dan relevan, audio “blockin’ the street” berpeluang menjadi tren yang bertahan lama. Ragam konten yang muncul memperlihatkan bagaimana humor sering lahir dari rasa frustrasi bersama yang dialami banyak orang.