Dunia aplikasi digital kembali diramaikan oleh kemunculan berbagai platform yang viral di media sosial sepanjang 2026. Tren ini mencakup aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI), tayangan drama pendek, hingga editor foto otomatis. Perkembangannya dinilai mencerminkan perubahan perilaku pengguna yang semakin mengutamakan layanan cepat, praktis, dan interaktif.
Di ranah hiburan, Melolo menjadi salah satu aplikasi yang banyak dibicarakan. Platform ini menawarkan drama singkat berdurasi 1 hingga 5 menit dengan beragam genre, seperti romansa dan fantasi. Popularitasnya turut didorong oleh sistem reward berupa poin yang dapat ditukar menjadi saldo e-money.
Selain Melolo, PineDrama juga menarik perhatian. Aplikasi yang dikembangkan oleh TikTok ini mengusung konsep serial vertikal tanpa iklan, serta menyediakan fitur komentar real-time yang membuat pengalaman menonton lebih interaktif.
Sementara itu, di sektor AI, ChatGPT masih termasuk aplikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Sejumlah fitur seperti Voice Chat, pembuatan gambar otomatis, dan kemampuan analisis dokumen membuatnya diminati oleh pelajar, kreator konten, hingga pekerja profesional.
Aplikasi AI lain yang ikut viral adalah DeepSeek, yang berasal dari China. Aplikasi ini mulai ramai digunakan di kalangan developer dan content creator karena menawarkan kemampuan coding serta percakapan panjang secara gratis.
Fenomena aplikasi AI juga terlihat dari meningkatnya penggunaan aplikasi editing otomatis, termasuk CapCut dan berbagai editor foto berbasis AI yang banyak dipakai di TikTok. Dengan dukungan otomatisasi, pengguna dapat menghasilkan konten visual bergaya estetik hanya dengan satu klik tanpa perlu kemampuan editing profesional.
Di sisi kebijakan, pemerintah Indonesia disebut mulai memberi perhatian lebih serius terhadap perkembangan AI dan media sosial. Kementerian Komunikasi dan Digital dikabarkan tengah menyiapkan aturan terkait pelabelan konten AI serta pembatasan usia pengguna media sosial untuk menjaga keamanan digital masyarakat.
Pengamat teknologi menilai tren aplikasi viral saat ini menunjukkan meningkatnya ketergantungan masyarakat pada layanan digital yang mengandalkan personalisasi dan hiburan cepat. Seiring teknologi terus berkembang, aplikasi berbasis AI diperkirakan akan menjadi bagian utama dari kehidupan digital masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.

